top of page

Menengok Sejarah Gowok

Sebagai persiapan menikah, seorang lelaki dititipkan kepada seorang wanita yang mengajarkan seluk-beluk kehidupan rumah tangga termasuk pendidikan seks. Wanita itu disebut gowok.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi seorang anak sedang memijat wanita muda, 1890. (Tropenmuseum/Wikimedia Commons).

16 Nov 2022
4 menit membaca

Diperbarui: 30 Apr

“…Maksud kedatanganku kemari adalah ingin menyerahkan anakku Bagus Sasongko kepada Nyai Lindri. Dia akan nyantrik di sini beberapa waktu lamanya. Kuserahkan anakku sepenuhnya ke tanganmu, Nyai, supaya dia nanti memperoleh bekal kehidupan ketika akan memasuki alam kedewasaan,” kata Wedana Randu Pitu ketika mengantarkan putranya kepada seorang wanita dewasa yang dikenal dengan sebutan gowok dalam novel Nyai Gowok karangan Budi Sardjono.


Di masa silam, tradisi memberikan pendidikan berumah tangga, termasuk di dalamnya pendidikan seks, kepada calon suami yang tengah mempersiapkan diri menuju jenjang pernikahan dilakukan oleh masyarakat di wilayah Jawa, salah satunya di daerah Banyumas. Tradisi ini dinamakan gowokan.


Minimnya informasi mengenai seluk-beluk kehidupan rumah tangga, serta pandangan bahwa membicarakan pendidikan seks merupakan hal yang tabu, membuat para orang tua khawatir anak mereka tak bahagia dalam berumah tangga. Kekhawatiran itu mendorong lahirnya gagasan agar laki-laki yang hendak menikah dididik terlebih dahulu oleh orang yang telah berpengalaman.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page