- 17 Feb 2011
- 3 menit membaca
Diperbarui: 21 Mei
SEJARAWAN Henk Schulte Nordholt dalam pengantarnya untuk buku Outward Appearances: Trend, Identitas, Kepentingan menulis bahwa pakaian memiliki arti penting dalam konteks sosial apabila kita membayangkan bagaimana jadinya kalau orang berjalan telanjang di jalanan atau ruangan? Tentu mereka, demikian Henk, “Akan segera kehilangan penampilan akrab mereka dan dengan demikian akan kehilangan sebagian besar identitas mereka.” Dengan kata lain, lanjut Henk, “Pakaian adalah kulit sosial dan kebudayaan.”
Lantas bagaimana dengan pakaian dalam pria?
Dalam sebuah adegan film Si Pitung (1977) garapan sutradara Alam Rengga Surawijaya, Scott Heine (Hamid Arif) kepala polisi musuh bebuyutan si Pitung tampak tergopoh-gopoh keluar dari kamarnya setelah mendengar seseorang menggedor pintu rumahnya. Dia tak mengenakan baju kecuali selembar celana sepanjang lutut yang kerap disebut kolor. Maklum, Scott baru saja berasyik masyuk dengan nyainya ketika suara gedoran itu mengganggu konsentrasinya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















