top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Mang Odon di Tanah Kabuyutan

Bertahun-tahun dia memotret dan meneliti masyarakat Baduy.

Oleh :
2 Jun 2013

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Don Hasman dan Filomena Reiss (kiri). Urang Kanekes (kanan).

  • 3 Jun 2013
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 19 Des 2025

MENGENAKAN baju adat Baduy berwarna putih atau jamang kurung bodas, lengkap dengan ikat kepala putih, Don Hasman, fotografer-cum-pecinta alam, menyapa kolega-koleganya yang datang pada peluncuran bukunya, Urang Kanekes: Baduy People di Restoran Kunstkring Paleis, Menteng, Jakarta Pusat (29/5).


Sekira 38 tahun lalu, Don memulai perjalanannya ke Baduy. Didasari semangat meneliti keunikan suku Baduy, dia rela mengorbankan waktunya dengan keluarga. “Baduy sulit dipelajari, dan perlu berkorban untuk meneliti dengan intensif dan dengan metodologi penelitian yang benar,” ujar Don.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page