top of page

Lilik Sudjio, Gundala, dan Para Pahlawan

Sang sutradara membidani film pendekar dan pahlawan super. Gunakan teknik sederhana buat Gundala.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Film Gundala Putra Petir (1981) yang disutradarai Lilik Sudjio. Gundala diperankan oleh Teddy Purba. (Youtube).

7 Agu 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 18 Jul

DUNIA perfilman Indonesia kembali ramai dengan film-film pendekar dan pahlawan super. Sebelumnya, sutradara Angga Sasongko membuat Wiro Sableng 212 (2018). Kini, Joko Anwar akan segera merilis film pahlawan super Gundala (2019).


Kabarnya, Bumilangit Studios juga sedang mempersiapkan film pahlawan fiksi Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Maza, Godam, Aquanus, Mandala, Si Buta dari Goa Hantu, dan Sri Asih.


Tokoh-tokoh pendekar dan pahlawan super tersebut merupakan tokoh komik yang populer pada 1970-an sampai 1980-an dan beberapa pernah diadaptasi ke media film.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page