- 1 Mei 2018
- 2 menit membaca
Diperbarui: 24 Apr
GEDUNG Arca, Gedung Perabot, lalu kini menjadi Gedung Gajah atau Museum Gajah. Begitulah, dari masa ke masa, masyarakat menjuluki Museum Nasional Indonesia. Pada 24 April 1778, 240 tahun lalu, cikal bakal Museum Nasional didirikan, yaitu Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG).
Salah satu penggagasnya seorang pejabat VOC, Jacobus Cornelis Mattheus Rademacher. Lembaga independen ini didirikan untuk memajukan penelitian, khususnya dalam bidang seni, arkeologi, etnologi, biologi, dan sejarah.
Kala itu, masyarakat Eropa keranjingan dengan pemikiran-pemikiran ilmiah dan ilmu pengetahuan. “Ada semacam penciptaan ilmu pengetahuan untuk mengenal jajahan, seperti munculnya kajian indologi,” kata sejarawan Bonnie Triyana dalam bedah buku Cerita dari Gedung Arca di Museum Nasional, Senin (30/4).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















