- 3 Mar 2023
- 6 menit membaca
Diperbarui: 6 hari yang lalu
JOÃO. Nama itu begitu umum diberikan orang-orang Portugis pada budak-budak mereka di Hindia Barat pada abad ke-17. Nama João sendiri berasal dari bahasa Ibrani, John, yang berarti Tuhan Maha Pengasih. Namun ketika seorang budak bernama João tertangkap Belanda di Hindia Barat, namanya acap berubah jadi Joan.
Salah satu budak bernama João punya cerita populer, namanya João Mina. Pada 4 Oktober 1646, pelarian budak dari salah satu wilayah capitanias –atau provinsi kolonial Portugis– ke wilayah Belanda di Brasil itu ditangkap dan diinterogasi otoritas Kongsi Dagang Hindia Timur Westindische Compagnie (WIC).
Dia dicatat dengan nama Joan Mina. Nama belakang Mina, tulis Stephanie Archangel dalam “João: Caught in the Crossfire in Dutch Brazil”, yang termaktub di katalog Slavery: The Story of João, Wally, Oopjen, Paulus, Van Bengalen, Surapati, Sapali, Dirk, Lohkay, juga umum diberikan pada budak-budak yang lazimnya datang dari pusat perbudakan di Elmina, Pantai Emas, pesisir barat Afrika (kini pesisir barat Ghana). Ia lantas dijadikan komoditas budak ke Hindia Barat.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















