top of page

Kisah Matematikawan yang Dipandang Sebelah Mata

Ada keindahan di balik rumitnya rumus dan teori matematika. Biopik ini mencoba mempermudah untuk memahaminya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Dev Patel memerankan Srinivasa Ramanujan, matematikawan jenius asal India dalam film The Man Who Knew Infinity. (Warner Bros).

  • 24 Mar 2021
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 26 Apr

DI KUIL Dewi Namagiri, Madras, Tamil Nadu, India, Srinivasa Ramanujan (diperankan Dev Patel) menuliskan teori-teori matematika yang ada di kepalanya ke lantai kuil dengan sebatang kapur pada suatu hari di tahun 1914. Sesaat kemudian, ia memandangi patung Dewi Namagiri di hadapannya dengan sebuah harapan besar: mendapatkan pekerjaan di Madras berbekal kemampuannya membayangkan teori-teori matematika di dalam otaknya.


Hari demi hari berlalu. Ramanujan berulangkali mendapatkan penolakan karena  tak punya satu pun ijazah pendidikan formal. 


Namun tiada masa sulit yang tak berakhir. Suatu hari, Narayana Iyer (Dhiritiman Chatterjee), deputi pembukuan perusahaan keretaapi, berkenan menerima Ramanujan. Narayana pula yang mengenalkan Ramanujan sebagai juru tulis baru kepada atasannya, Sir Francis Spring (Stephen Fry). Kendati acap memandang orang India sebelah mata, toh Sir Francis berkenan menerima Ramanujan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Anak muda putus sekolah dan menganggur menjadi problem di banyak daerah di Indonesia. Di Jombang, sebuah kota kecil di Jawa Timur, mereka diberikan keterampilan praktis dan praktik lapangan lalu dikirim ke Lampung dalam program Transmigrasi Pramuka.
bg-gray.jpg
The United States’ hydrogen bomb tests in the Eniwetok Atoll in the Pacific alarmed a member of the Indonesian House of Representatives, who urged the government to mobilize opposition on the international stage.
bg-gray.jpg
Jenderal Soedirman mendukung Persatuan Perjuangan yang digagas Tan Malaka. Namun, dia kemudian meninggalkan kawan sehaluan setelah terjadi peristiwa kudeta 3 Juli 1946.
bg-gray.jpg
Setelah Sutan Sjahrir dibebaskan, para pengikut Tan Malaka menyodorkan konsepsi untuk disetujui Sukarno. Hatta menyadari sedang terjadi kudeta.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Bak kanker kronis, rasisme tetap tumbuh di lapangan hijau. Mencoreng keindahan sepakbola.
Bak kanker kronis, rasisme tetap tumbuh di lapangan hijau. Mencoreng keindahan sepakbola.
transparant.png
bottom of page