- 5 Jun 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 7 hari yang lalu
SEBUAH bangunan luas yang dikeliling pagar bambu menarik perhatian pengunjung pameran kolonial dunia yang diselenggarakan di Paris, Prancis pada 1889. Di depan pintu masuk, sebuah papan besar berwarna putih bertuliskan “Kampong (Village) Javanais” atau Kampung Jawa.
Menurut Le courrier de la Meuse, 4 Juni 1889, meski kampung itu tak terlalu besar –hanya sekitar dua puluh rumah dan enam puluh penduduk–, tetapi merupakan salah satu bagian yang paling menarik dan indah dari pameran ini.
“Di sini, seratus meter dari Palais-Bourbon dan Champs-Elysees, pria, wanita, dan anak-anak telah didatangkan, dan bahasa, pekerjaan, serta pola makan mereka masih sama persis dengan yang ada di kampung halamannya, sebelum mereka melakukan perjalanan sejauh tiga belas ribu dua ratus sembilan puluh lima kilometer yang memisahkan mereka dari Pameran Dunia,” tulis surat kabar berbahasa Prancis itu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















