top of page

Kisah Cinta Diktator Korea Utara

Kim Jong-il jatuh cinta kepada aktris papan atas Korea Utara. Hubungan mereka ditentang ayahnya, Kim Il-sung, karena keluarga perempuan itu dari Korea Selatan dan membelot ke Barat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan Kim Jong-il untuk propaganda Korea Utara. (Mark Fahey/Wikipedia Commons).

17 Mei 2024
5 menit membaca

Diperbarui: 6 Agu

BAGI sebagian orang pembahasan mengenai Korea Utara selalu menarik untuk diikuti. Tak hanya seputar hubungannya dengan Korea Selatan yang “panas-dingin” atau kebijakan “tangan besi” sang pemimpin tertinggi yang membuatnya disebut diktator, tetapi juga kehidupan pribadi sang kepala negara, yakni keluarga Kim (Kim Il-sung, Kim Jong-il, dan Kim Jong-un).


Andrei Nikolaevich Lankov dalam The Real North Korea: Life and Politics in the Failed Stalinist Utopia, menyebut kehidupan pribadi pemimpin tertinggi Korea Utara diwarnai drama tidak terduga, yang umumnya kesukaan para produser televisi yang senang dengan kisah-kisah dipenuhi berbagai intrik. Kisah percintaan Kim Jong-il dengan aktris layar lebar terkenal di Korea Utara misalnya, tak hanya dikritik dan ditentang sang ayah, Kim Il-sung, tetapi juga menjadi buah bibir di kalangan masyarakat –meski tak ada yang berani menggunjingkannya secara terang-terangan.


Kisahnya berawal dari ketertarikan Kim Jong-il muda terhadap dunia perfilman. Beberapa tahun setelah berakhirnya Perang Korea dan terbentuknya Korea Utara, Kim Jong-il yang lulus dari Universitas Kim Il-sung di Pyongyang pada 1964, diangkat menjadi kepala bagian di Komite Sentral Partai Buruh Korea yang dipimpin ayahnya, Kim Il-sung yang juga pemimpin tertinggi Korea Utara. “Jong-il memiliki tugas untuk mengawasi kegiatan Departemen Propaganda dan Agitasi,” tulis Johannes Schönherr dalam North Korean Cinema: A History.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page