top of page

Keris Pangeran Diponegoro yang Dijual

Ketika berunding, Pangeran Diponegoro sempat terlintas untuk menusuk penangkapnya, Letnan Jenderal De Kock dengan keris.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan Letnan Jenderal Hendrik Merkus Baron de Kock karya Cornelis Kruseman. (Rijksmuseum/Wikipedia Commons).

14 Mar 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 20 Apr

KERIS Pangeran Diponegoro dikembalikan kepada Indonesia dan menjadi koleksi tetap Museum Nasional. Keris ini ditemukan melalui penelitian panjang (2017-2018 dan 2019). Para peneliti dari Nationaal Museum van Wereldculturen, Leiden, menyimpulkan bahwa keris bernomor register RV-360-8084 adalah keris Pangeran Diponegoro bernama Kiai Nogo Siluman.


Nama itu berdasarkan sumber pertama tentang keris itu, yaitu surat Sentot Alibasah Prawirodirdjo tanggal 27 Mei 1830. Panglima perang Diponegoro itu menyebut Kiai Nogo Siluman adalah keris Pangeran Diponegoro yang diberikan kepada Kolonel Jan-Baptist Cleerens, komandan pasukan Belanda. Pada bagian pinggir surat itu, pelukis Raden Saleh memberikan penjelasan mengenai arti Kiai Nogo Siluman, setelah diminta mengidentifikasi keris itu oleh S.R.P. van de Kasteele, Direktur Koninklijk Kabinet van Zaldzaamheden (Kabinet Kerajaan untuk Barang Antik).


Cleerens berperan dalam mengakhiri Perang Jawa dengan cara membujuk Pangeran Diponegoro agar mau berunding yang ternyata jebakan. Diponegoro ditangkap Letnan Jenderal Hendrik Merkus de Kock dalam perundingan di Karesidenan Kedu, Magelang, pada 28 Maret 1830.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Wartawan lintas zaman yang tak pernah padam semangatnya. Tetap menulis sampai akhir hayat.
Wartawan lintas zaman yang tak pernah padam semangatnya. Tetap menulis sampai akhir hayat.
Lorong Zaman Puasa
Lorong Zaman Puasa
Gus Dur telah memberikan teladan, tinggal kita yang meneruskan.
Gus Dur telah memberikan teladan, tinggal kita yang meneruskan.
Meski tak punya prestasi di lapangan hijau, garda gawang legendaris Setan Merah ini satu-satunya kiper yang memiliki gelar pahlawan.
Meski tak punya prestasi di lapangan hijau, garda gawang legendaris Setan Merah ini satu-satunya kiper yang memiliki gelar pahlawan.
transparant.png
bottom of page