top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Kala Fisik Jadi Bahan Tawa

Slapstick digunakan dalam komedi untuk menghasilkan kelucuan dengan cara mengeksplorasi fisik.

1 Mei 2018

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Srimulat banyak mempertontonkan slapstick di dalam lawakannya. (Repro Indonesia Tertawa, Srimulat sebagai Sebuah Subkultur).

  • 1 Mei 2018
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 6 Jan

FILM komedi kembali naik daun. Beberapa film komedi sudah dan siap tayang di bioskop. Namun, tampaknya slapstick masih menjadi bumbu untuk merangsang tawa penonton. Tak beda dari film komedi 1970-an. Lihat saja misalnya film komedi-aksi Partikelir (2018) garapan komika Pandji Pragiwaksono.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Pahit Getir Hidup Sjahrir

Pahit Getir Hidup Sjahrir

Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.
Gowa Masuk Islam

Gowa Masuk Islam

Islamisasi di Gowa dan Makassar makan waktu panjang meskipun raja-raja di sana sangat terbuka.
bottom of page