top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Jinarwa Raden Ngabehi Ranggawarsita

Makna namanya mencerminkan perjuangannya.

Oleh :
1 Agu 2012

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Museum Ronggowarsito di Semarang, Jawa Tengah. Foto: wisatajateng.com.

  • Aryono
  • 2 Agu 2012
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 19 Des 2025

SHAKESPEARE pernah bilang: “Apalah arti sebuah nama? Mawar, jika diganti dengan nama lain, pasti akan sama harumnya.” Bagi Ki Herman Sinung Janutama, pekerja budaya dan pemerhati persoalan filsafat, tentu saja nama sangat berarti. Bahkan, dia membedah peran pujangga besar Raden Ngabehi Ranggawarsita (1802-1873) dari namanya.


Menurut Ki Herman membaca makna nama Raden Ngabehi Ranggawarsita dengan cara landa (Belanda) atau barat, akan mendapati simpulan yang tidak proporsional atau ala barat. Karena itu, dia menggunakan kajian budaya Jawa dari tradisi paramasastra atau jinarwa Jawi, yang telah dicontohkan oleh para leluhur Jawa yang tersebar dalam berbagai teks kejawen.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page