top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Jejak Tionghoa di Pondok Cina

Mereka datang sebagai pedagang tapi kemudian menghilang.

26 Jan 2012

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Ilustrasi: Ganda Permana

  • 27 Jan 2012
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 18 Des 2025

PAGI di hari Imlek, jalan utama penghubung dua provinsi Jawa Barat dan Jakarta lengang. Belum banyak warga berlalu-lalang, sehingga kendaraan bermotor dapat melaju kencang. Di kedua sisi jalan itu terdapat dua mall besar: Margo City dan Depok Town Square. Gapura merah menghiasi pintu masuk Depok Town Square.  Di seberangnya, lampion-lampion tergantung di halaman Margo City. Ketika memasuki halamannya, orang akan menemukan sebuah rumah. Ia dulu sering disebut dengan nama “rumah tua Pondok Cina”. Rumah itu menjadi saksi bisu sejarah Pondok Cina yang tak bisa dilepaskan dari perkembangan kota Depok sejak masa Hindia Timur.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page