- 28 Jun 2021
- 4 menit membaca
Diperbarui: 5 Mei
BERMULA dari kemenangannya dalam Pengepungan Toulon (29 Agustus-19 Desember 1793), yang menyelamatkan Revolusi Prancis, reputasi Napoloon Bonaparte terus menanjak. Karier militer dan kemudian politik terus didakinya secara perlahan tapi pasti. Puncaknya, 9 November 1799, Napoleon mendaulat dirinya sebagai premier consul atau pemimpin tertinggi republik.
Namun, capaian itu tak berbanding lurus dengan selera makannya. Berbeda dari Louis XVI (1774-1792) yang menggemari beragam sajian premium macam bouillabaisse (sup ikan), coq au vin (ayam masak anggur), hingga beouf bourguignon (semur daging), Napoloon tak punya makanan favorit. Ia hanya menikmati hidangan-hidangan sederhana seperti kentang dengan bawang bombay, sup kentang, kacang-kacangan rebus, dan omelette. Ia juga tak punya kebiasaan berlama-lama di meja makan.
“Napoleon punya kebiasaan makan yang mengherankan. Ia tak pernah makan lebih dari 25 menit. Selain makan dengan cepat porsinya pun sedikit. Favoritnya sekadar kentang yang digoreng dengan bawang bombay. Di rumah, saat makan bersama istrinya, Josephine, ia menyukai ayam panggang,” tulis Frank McLynn dalam Napoleon: A Biography.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















