top of page

Hamid Arief, Aktor Film Lintas Genre

Hamid Arief adalah musuh bebuyutan Benyamin S. di film-filmnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Hamid Arief dalam film Anggrek Bulan . (Repro buku Roman Lajar Putih Anggrek Bulan).

19 Mei 2018
3 menit membaca

Diperbarui: 7 Mei

REZA Rahadian mungkin saja satu dari segelintir aktor yang mampu berperan dalam berbagai genre film. Sementara dunia film Indonesia lawas punya nama besar Abdul Hamid Arief, yang bermain baik dalam film-film bergenre drama, aksi, maupun komedi.


Hamid Arief dilahirkan di Jakarta, 25 November 1924. Menurut Wim Umboh dalam majalah Aneka edisi 1 November 1952, studi Hamid harus berhenti di tengah jalan saat masih duduk di bangku MULO―Meer Uitgebreid Lager Onderwijs, sekolah lanjutan setingkat SMP. Sebab, waktu itu Jepang keburu mengambil alih kekuasaan atas Indonesia pada 1942.


Di masa Jepang, Hamid terjun di bidang kesenian. Menurut majalah Siasat edisi 26 Juni 1949, Hamid ikut dalam rombongan sandiwara Bintang Surabaya, sebuah perkumpulan sandiwara besar yang dibentuk pengusaha bioskop era kolonial, Fred Young.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page