top of page

Film Pengkhianatan G30S/PKI dan Fakta Sejarah

Setidaknya, ada lima ketidaksesuaian antara materi yang dikisahkan film G30S/PKI dengan fakta sejarah sebenarnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Adegan penyiksaan jenderal di film Pengkhianatan G30S/PKI.

18 Sep 2017
3 menit membaca

Diperbarui: 7 Jul

PADA era Orde Baru (Orba), tiap tanggal 30 September, stasiun televisi nasional TVRI selalu menayangkan film Pengkhianatan G30S/PKI. Saat kali pertama rilis pada 1984, film ini bahkan wajib ditonton oleh para siswa SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan SMA (Sekolah Menengah Atas) di seluruh Indonesia.


Sejak Presiden Soeharto lengser pada 1998, film garapan Arifin C Noer itu berhenti ditayangkan TVRI. Itu terjadi atas desakan sebagian kalangan masyarakat dan pihak TNI AU, yang menganggap film itu tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya. Setidaknya, ada beberapa adegan di film itu yang berlawanan dengan fakta sejarah.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah was accused of being pro-American for allowing a Hollywood movie to be screened.
bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
Adolf Hitler kagum pada permainan kabaddi. Mengapresiasi dengan sertifikat dan medali.
Adolf Hitler kagum pada permainan kabaddi. Mengapresiasi dengan sertifikat dan medali.
Setiap orang pernah mengalaminya: kekosongan yang meruntuhkan diri walau airmata berkabung telah kering terusap.
Setiap orang pernah mengalaminya: kekosongan yang meruntuhkan diri walau airmata berkabung telah kering terusap.
Tak ingin jadi kacang lupa kulitnya, Muthia Datau kembali ke dunia sepakbola yang membesarkan namanya.
Tak ingin jadi kacang lupa kulitnya, Muthia Datau kembali ke dunia sepakbola yang membesarkan namanya.
Kelompok bersenjata yang menentang Kesultanan. Mereka suka menculik aparat.
Kelompok bersenjata yang menentang Kesultanan. Mereka suka menculik aparat.
Sempat terputus, Donald Trump kembali menyambung tradisi bukber di Gedung Putih yang bermula dua abad silam.
Sempat terputus, Donald Trump kembali menyambung tradisi bukber di Gedung Putih yang bermula dua abad silam.
Rosihan Anwar dan Alfred van Sprang beradu pena mewakili kepentingan negaranya masing-masing.
Rosihan Anwar dan Alfred van Sprang beradu pena mewakili kepentingan negaranya masing-masing.
transparant.png
bottom of page