top of page

Fesyen dan Krisis Ekonomi

Gaya berpakaian anggota keluarga kerajaan Inggris mempengaruhi bagaimana sejarah mempersepsi kejayaan sebuah era.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan Ratu Inggris Elizabeth I karya Johannes Corvus. (National Portrait Gallery, London/Wikimedia Commons).

13 Jan 2012
3 menit membaca

Diperbarui: 18 Des 2025

Tahun lalu bukanlah yang terbaik bagi ekonomi Inggris. Namun, Anda tentu ingat, gambaran suram itu seolah sama sekali tak tercermin ketika seantero Inggris larut dalam kemeriahan perhelatan pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton pada 29 April 2011. Lihat betapa mewah gaun yang dikenakan Kate Middleton. Dan ternyata, dalam sejarah Inggris, hal semacam ini sudah biasa.


Lisa Jardine, profesor Studi Renaisans di Queen Mary, University of London, mengatakan bahwa sejarah Inggris cenderung memberikan perhatian besar pada momen-momen kemegahan semacam itu, meski kondisi ekonominya bertentangan dengan citra yang ditampilkan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page