- 13 Agu 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 23 Apr
PATUNG seosok lansia bertelanjang dada dengan jemari tangan kanannya mengapit rokok itu terduduk di atas sebuah batu. Bersanding di sisi kirinya dua sosok lain mengusung celeng atau babi hutan gemuk yang sudah tak berdaya. Kedua karya itu memang dihasilkan dari dua pematung berbeda tapi yang menyatukan keduanya adalah sama-sama terinspirasi seniman senior Djoko Pekik.
Sosok patung seorang uzur itu tak lain adalah figur Djoko Pekik sendiri karya pematung Dunadi. Patung tersebut dipersembahkan sebagai bentuk penghormatan untuk Djoko Pekik pada acara “Pekik’an Jejeran Djoko Pekik” di Taman Yakopan, kawasan rumah budaya Omah Petroek, Sleman, Yogyakarta, 29 Mei 2023.
Adapun patung yang menggambarkan dua orang memanggul celeng dalam keadaan terbalik dengan keempat kaki terikat merupakan patung karya Pramono yang sudah dibuat satu dekade lewat. Patung ini terinpirasi dari karya Djoko Pekik paling dikenal, Indonesia 1998: Berburu Celeng.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















