- 8 Okt 2014
- 2 menit membaca
Diperbarui: 6 Jul
DENTING gamelan mengalun dari kediaman Letnan Gubernur Hindia Belanda Sir Thomas Stamford Raffles di kawasan Buitenzorg (Bogor). Gamelan itu dimainkan sepuluh pribumi, dari siang hingga pukul sepuluh malam.
William Buller Fagg dalam The Raffles Gamelan: A Historical Note, menduga gamelan itu milik penguasa salah satu kerajaan di Jawa. Anggapan Fagg dipertegas John Bastin dalam “The Java Journal of Dr Joseph Arnold,” JMBRAS Vol. 46 No.1, 1973, bahwa kedua gamelan itu milik keraton Yogyakarta yang dijarah sebagai rampasan perang oleh pasukan Inggris di bawah Mayjen Robert Rollo Gillespie pada 20 Juni 1812. Penjarahan itu dimuat suratkabar pemerintah Inggris di Hindia Belanda, Java Government Gazette, 4 Juli 1812.
Raffles kemudian membeli gamelan itu lewat sebuah agen. Joseph Arnold, pendamping risetnya saat menemukan bunga Rafflesia arnoldii, menaksir harga seperangkat gamelan kala itu berkisar 1.000-1.600 dollar Spanyol.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















