Diperbarui: 10 Sep
KONSPIRASI. Mulai dari Martin Luther King Jr. hingga Robert Francis ‘Bobby’ Kennedy, pembunuhan yang mengakhiri hidup keduanya itu tak luput kontroversi. Dua tokoh kemanusiaan itu sama-sama jadi “martir” di tahun yang sama, 1968. King dibunuh pada 4 April, sementara Bobby pada 6 Juni.
Cuplikan-cuplikan foto dan video tentang nahasnya kedua tokoh tersebut dijadikan gerbang masuk oleh sutradara Aaron Sorkin untuk menggambarkan iklim politik Amerika Serikat yang pada 1968 jadi salah satu titik krisis politik paling panas. Klimaksnya adalah kerusuhan di sela Konvensi Partai Demokrat di Chicago, 28 Agustus, yang berbuntut pada sebuah persidangan kontroversial yang juga jadi tajuk drama historis garapan Sorkin, The Trial of the Chicago 7.
Alur cerita lantas melompatkan ke lima bulan pasca-kerusuhan. Pada suatu pagi, Richard Schultz (diperankan Joseph Gordon-Levitt) bersama seniornya sesama jaksa penuntut Distrik Selatan Negara Bagian Illinois, Thomas Foran, menanti dengan sabar di sebuah ruang tunggu di Kementerian Kehakiman Amerika. Diiringi bertubi-tubi bunyi mesin ketik milik seorang sekretaris di hadapannya, jaksa Schultz yang terbengong segera tersadar kala seseorang mengganti sebuah foto besar di dinding ruangan. Foto Presiden Lyndon B. Johnson ditukar foto Richard Nixon, presiden terpilih pada Pilpres Amerika 1968.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












