top of page

Dagelan Hukum The Trial of the Chicago 7

Kisah kriminalisasi aktivis dan rekayasa pengadilan yang paralel dengan saat ini. Peringatan spoiler!

loading_historia_white.gif
transparant.png

"The Trial of the Chicago 7" mempertontonkan kebobrokan hukum di negeri adidaya demokrasi yang antikritik. (netflix.com).

24 Okt 2020
8 menit membaca

Diperbarui: 10 Sep

KONSPIRASI. Mulai dari Martin Luther King Jr. hingga Robert Francis ‘Bobby’ Kennedy, pembunuhan yang mengakhiri hidup keduanya itu tak luput kontroversi. Dua tokoh kemanusiaan itu sama-sama jadi “martir” di tahun yang sama, 1968. King dibunuh pada 4 April, sementara Bobby pada 6 Juni.


Cuplikan-cuplikan foto dan video tentang nahasnya kedua tokoh tersebut dijadikan gerbang masuk oleh sutradara Aaron Sorkin untuk menggambarkan iklim politik Amerika Serikat yang pada 1968 jadi salah satu titik krisis politik paling panas. Klimaksnya adalah kerusuhan di sela Konvensi Partai Demokrat di Chicago, 28 Agustus, yang berbuntut pada sebuah persidangan kontroversial yang juga jadi tajuk drama historis garapan Sorkin, The Trial of the Chicago 7.


Alur cerita lantas melompatkan ke lima bulan pasca-kerusuhan. Pada suatu pagi, Richard Schultz (diperankan Joseph Gordon-Levitt) bersama seniornya sesama jaksa penuntut Distrik Selatan Negara Bagian Illinois, Thomas Foran, menanti dengan sabar di sebuah ruang tunggu di Kementerian Kehakiman Amerika. Diiringi bertubi-tubi bunyi mesin ketik milik seorang sekretaris di hadapannya, jaksa Schultz yang terbengong segera tersadar kala seseorang mengganti sebuah foto besar di dinding ruangan. Foto Presiden Lyndon B. Johnson ditukar foto Richard Nixon, presiden terpilih pada Pilpres Amerika 1968.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page