top of page

Connie Sutedja Si Singa Betina dari Marunda

Mengorbit sejak 1960-an, nama Connie Sutedja melejit lewat film bertema silat Betawi garapan sineas Sofia WD.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Poster "Singa Betina dari Marunda" yang melejitkan nama Connie Sutedja dalam perfilman nasional (Foto: Dok. Pribadi Connie Sutedja).

16 Apr 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 5 Mar

SI Mirah, jagoan cantik yang lihai “maen pukulan” alias silat, beraksi lagi. Cerita rakyat tentang perempuan pendekar berjuluk “Singa Betina dari Marunda” yang populer di masyarakat Betawi itu dipentaskan kembali oleh Sanggar Margasari. Adalah Unit Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta yang mengangkat kisah yang pernah populer saat difilmkan tahun 1971 itu untuk memperingati Hari Kartini pada Sabtu, 13 April 2019.


Dalam dongeng-dongeng rakyat Betawi, sosok Mirah laiknya sosok Si Pitung, jawara silat yang acap diceritakan memberantas kesewenang-wenangan. Gelaran yang dipentaskan Sanggar Margasari itu seolah memutar kembali ingatan akan sosok Mirah yang diperankan Connie Sutedja dalam film Si Mirah racikan sineas Sofia WD, istri aktor WD Mochtar.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Seorang kapten kapal dan dokter menulis catatan harian seputar kehidupan di Batavia.
Seorang kapten kapal dan dokter menulis catatan harian seputar kehidupan di Batavia.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Dengan pendekatan yang kreatif, museum bukan lagi destinasi yang menjemukan.
Dengan pendekatan yang kreatif, museum bukan lagi destinasi yang menjemukan.
Dengan bantuan Uni Soviet, Indonesia pernah hampir memiliki Institut Oceanografi di Ambon. Ditelantarkan Orde Baru.
Dengan bantuan Uni Soviet, Indonesia pernah hampir memiliki Institut Oceanografi di Ambon. Ditelantarkan Orde Baru.
transparant.png
bottom of page