top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Cinta Hoegeng-Mery Bermula dari Sandiwara Radio

Kisah Saijah-Adinda dalam roman Multatuli mempertemukan Hoegeng dengan Mery sampai ajal memisahkan mereka.

14 Feb 2016

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Hoegeng dan Mery pada masa muda mereka. (Repro Biografi Hoegeng).

  • 14 Feb 2016
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 3 Feb

SAIJAH, lelaki yang menjadi tunangan seorang gadis Banten, Adinda merantau ke Batavia karena kerbaunya dirampas penguasa. Beberapa lama kemudian dia rindu kembali pulang ke kampungnya di Desa Badur, Lebak. Dia berharap bisa menemui Adinda dan menikahinya segera.


Namun tragis, dia mendapati kampungnya telah porak poranda oleh serbuan Belanda. Saijah juga tidak bisa bertemu Adinda. Kabarnya Adinda pergi melarikan diri bersama keluarganya dan beberapa penduduk kampung ke Lampung terus melawan penyerangnya.


Besarnya cinta Saijah membuatnya ingin menyusul Adinda. Dia ke Lampung untuk ikut bertempur melawan Belanda. Sayangnya, di sana dia justru kembali menemukan kampung yang hancur terbakar karena serangan penjajah. Dalam huru-hara itu, dia mendapati Adinda mati dengan tragis bersama keluarganya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Pahit Getir Hidup Sjahrir

Pahit Getir Hidup Sjahrir

Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.
Gowa Masuk Islam

Gowa Masuk Islam

Islamisasi di Gowa dan Makassar makan waktu panjang meskipun raja-raja di sana sangat terbuka.
Pusat Listrik Negara di Medan Merdeka

Pusat Listrik Negara di Medan Merdeka

Menikmati secangkir kopi di sebuah kedai yang dulunya berperan dalam penerangan kota. Bangunan ini menjadi perusahaan pemasok listrik sejak masa kolonial.
bottom of page