- 3 Jun 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 11 Mei
SUDAH rahasia umum apabila Presiden Sukarno bukan hanya cakap dalam berpolitik melainkan pula mumpuni dalam soal seni. Bakat seninya sudah tampak sejak kuliah di Technische Hoogeschool te Bandoeng (kini ITB). Hampir semua bidang seni menjadi perhatian khusus Sukarno. Mulai dari seni dua dimensi seperti lukisan, batik, hingga seni tiga dimensi seperti patung dan karya arsitektur.
Soal batik, Sukarno pernah melontarkan gagasan soal batik Indonesia. Bung Besar menginginkan batik yang menampilkan nilai seni budaya sebagai jati diri bangsa sekaligus menyuarakan pesan persatuan Indonesia; sehingga batik di kemudian hari tidak lagi dikenal sebagai batik dari daerah penghasil batik tetapi batik yang mencerminkan persatuan Indonesia.
"Bung Karno memerintahkan kepada Go Tik Swan untuk menemukan batik Indonesia," kata Yuke Ardhiati, arsitek sekaligus pengajar di Universitas Pancasila, dalam diskusi virtual bertema "Bung Karno Sang Arsitek" yang dihelat Historia.ID, Selasa, 2 Juni 2020. Go Tik Swan atau Panembahan Hardjoanagoro semula adalah penari yang kemudian menjadi pengusaha batik di Surakarta.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















