- Amanda Rachmadita
- 6 Jul 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 19 Jan
PERTUMBUHAN ekonomi Amerika Serikat yang begitu pesat di sepanjang tahun 1920-an mendorong banyak orang mengalihkan tabungan ke saham. Kala itu, harga saham meningkat lebih dari empat kali lipat dari titik terendah pada 1921 hingga puncaknya pada Agustus 1929. Tak hanya orang-orang dari kalangan atas, para pekerja biasa dari golongan kelas menengah juga meramaikan pasar saham yang berpusat di New York Exchange, Wall Street, New York City.
Namun, kemakmuran yang dirasakan orang-orang Amerika di dekade 1920-an berujung pada krisis ekonomi yang dikenal denganThe Great Depressionatau Depresi Besar. Disebut sebagai krisis ekonomi terburuk dalam sejarah modern, Depresi Besar melanda Amerika dari tahun 1929 hingga awal Perang Dunia II pada 1939. Gelombang PHK terjadi di mana-mana.Salah satu yang terdampak PHK adalah Alfred Mosher Butts, pekerja di sebuah firma arsitektur di New York City.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












