top of page

Alunan Lawas Festival Jazz di Indonesia

Bermula dari klub-klub kecil di Surabaya, musik jazz tumbuh pesat di tanah air. Hingga kini, ada lebih dari 60 titik festival jazz di Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kiri-kanan: Nico Chen, Jack Lemmers (Lesmana), Bubi Chen, Tonny Scott, dan Jopie Chen di Surabaya, akhir 1960-an. Sumber: Tionghoa dalam Keindonesiaan.

16 Apr 2018
3 menit membaca

Diperbarui: 30 Apr

JAVA Jazz, Ngayogjazz, dan Prambanan Jazz menjadi agenda tahunan festival jazz Indonesia. Hingga kini, menurut wartawan musik senior Bens Leo, ada lebih dari 60 titik festival jazz di Indonesia.


“Musisi jazz itu yang paling tidak memusingkan akan dibayar berapa. Mereka punya toleransi dan kegiatan berkesenian yang bagus. Karena itulah festival jazz ada di mana-mana,” kata Bens.


Java Jazz, salah satu festival jazz termegah, menjadi gelaran rutin tiap tahun dan sudah masuk dalam kalender jazz internasional. Berjalan selama 13 tahun, Java Jazz digagas Peter Ghonta setelah terinspirasi North Sea Jazz Festival di Den Haag, Belanda. “Ketika akan membuat Java Jazz Festival, dia berkomunikasi dengan penyelenggara di sana. Akhirnya bikin Java Jazz,” kata Bens.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Bergabung dengan NATO bukan hanya jadi masalah buat Presiden Rusia Vladimir Putin. Tujuh puluh tahun silam, hal itu juga menjadi masalah warga Islandia.
Bergabung dengan NATO bukan hanya jadi masalah buat Presiden Rusia Vladimir Putin. Tujuh puluh tahun silam, hal itu juga menjadi masalah warga Islandia.
Bahu-membahu di bawah panji Unifikasi. Melebur jadi satu dengan menghayati lagu “Arirang”.
Bahu-membahu di bawah panji Unifikasi. Melebur jadi satu dengan menghayati lagu “Arirang”.
Arsenal merayakan FA Cup tanpa euforia penonton di Wembley. Berbeda jauh dari suasana final di stadion ikonik itu 97 tahun silam.
Arsenal merayakan FA Cup tanpa euforia penonton di Wembley. Berbeda jauh dari suasana final di stadion ikonik itu 97 tahun silam.
Orang-orang Melanesia menyanyikan lament untuk bangkit dari duka. Menjadi sejarah lisan perjalanan manusia dalam mempertahankan hidup.
Orang-orang Melanesia menyanyikan lament untuk bangkit dari duka. Menjadi sejarah lisan perjalanan manusia dalam mempertahankan hidup.
Yang kita butuhkan, mungkin, bukan Nelson Mandela tapi kemauan dan keberanian untuk menebus dosa masa lalu dengan berbagai cara yang bisa memenuhi rasa keadilan.
Yang kita butuhkan, mungkin, bukan Nelson Mandela tapi kemauan dan keberanian untuk menebus dosa masa lalu dengan berbagai cara yang bisa memenuhi rasa keadilan.
Periode revolusi kemerdekaan pada 1945-1950 terjejaki dalam ratusan karya fotografi.
Periode revolusi kemerdekaan pada 1945-1950 terjejaki dalam ratusan karya fotografi.
transparant.png
bottom of page