top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Kopi yang Mengubah Eropa

Revolusi bermula di kedai-kedai kopi.

Oleh :
Historia
16 Okt 2011

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Ilustrasi: Ganda Permana

Diperbarui: 18 Des 2025

SEJAK Baba Budan, seorang jamaah haji asal Mysore, India, menyelundupkan tujuh biji bibit kopi dari Jazirah Arab ke kampungnya di India pada abad ke-15, penyebaran kopi ke seluruh dunia tinggal menunggu waktu. Benua biru, Eropa, menjadi wilayah selanjutnya yang diinvasi bebijian pahit ini. Namun, hingga abad ke-17, pengetahuan “orang-orang Barat’ perihal kopi boleh dibilang minim. 


Kronik sekira tahun 1600, yang berisi sekelompok pemuka gereja mendatangi Paus Clement VIII untuk memintanya memfatwa haram kopi, menggambarkan betapa asingnya mereka terhadap kopi. Catatan Sir George Sandys, penyair asal Inggris, pada 1610 masih menunjukkan hal yang sama. Dia menulis, orang-orang Turki bisa ngobrol hampir sepanjang hari sambil menyeruput minuman yang digambarkan sebagai “sehitam jelaga, dan rasanya tak biasa”. Sandys juga mengatakan bahwa minuman ini, “sebagaimana mereka (orang-orang Turki) bilang, membuat plong pencernaan dan menyegarkan tubuh.”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Jejak Operasi CIA di Indonesia

Jejak Operasi CIA di Indonesia

Sejak lama, Central Intelligent Agency (CIA) tercatat terlibat dalam beberapa peristiwa sejarah Indonesia. Apa saja?
Prosa Mantri Pustaka

Prosa Mantri Pustaka

Dengan memperkenalkan diri sebagai orang merdeka, murid paling berbakat pujangga Ranggawarsita ini mewarnai masa transisi sastra Jawa, dari tradisi klasik menuju bentuk lebih modern.
Soebandrio Ujung Tombak Politik Luar Negeri Sukarno

Soebandrio Ujung Tombak Politik Luar Negeri Sukarno

Terlepas dari kontroversi yang mengelilinginya, dr. Soebandrio pernah jadi diplomat ulung Indonesia di panggung internasional. Tak gentar meladeni Amerika Serikat.
Ruhana Kudus Bukan Sekadar Wartawan Perempuan Pertama Indonesia

Ruhana Kudus Bukan Sekadar Wartawan Perempuan Pertama Indonesia

Selain sebagai wartawan perempuan pertama, Ruhana Kudus juga seorang pendidik dan penggerak masyarakat. Ia melakukan tiga peran dalam waktu bersamaan untuk memajukan kaum perempuan.
Bapak Persandian Indonesia

Bapak Persandian Indonesia

Roebiono Kertopati dikenal sebagai Bapak Persandian Indonesia. Separuh hidupnya didedikasikan untuk memimpin lembaga sandi negara.
bottom of page