- 4 Apr 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 29 Jul
SEBAGAI bagian dari upaya pemerintah mengatasi pandemi corona atau Covid-19, TNI Angkatan Udara (AU) ikut andil dengan mengerahkan pesawat angkutnya ke RRC. “TNI Angkatan Udara memberangkatkan pesawat angkut berat C 130 Hercules ke Shanghai, China untuk mengangkut logistik kesehatan penanganan virus Corona (COVID-19) di Indonesia,” demikian diberitakan detik.com, 22 Maret 2020.
Menkopolhukam Mahfud MD menyebut tugas yang dijalankan TNI AU itu amat mengharukan. “Menurutnya, di saat rakyat Indonesia diminta pemerintah untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah, sedangkan personel TNI itu diminta pergi jauh dari rumah untuk mencari obat Corona.”
Apa yang dilakukan para personil TNI AU itu seolah melanjutkan perjuangan para perwira muda AURI (Angkatan Udara Republik Indonesia, nama sebelum TNI AU) yang menjalankan tugas mengangkut obat-obatan pada 1947 yang kemudian dijadikan Hari Bakti AU. Kejadian itu selalu diingat Utami Suryadarma, istri KSAU Komodor Suryadarma, yang kemudian menuliskannya dalam memoar berjudul Saya, Soeriadi, dan Tanah Air. Utami ingat betul suatu hari di pengujung Juli tahun 1947 ketika kediamannya di Yogyakarta didatangi Adisujipto dan “dokter karbol” Abdulrachman Saleh. Kedua pemuda-perwira yang bersama Suryadarma ikut merintis AURI itu datang untuk berpamitan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















