top of page

Tinju Chairul Hampir Mendarat di Wajah Aidit

Sebuah surat kaleng membuat Chairul Saleh dan Aidit berdebat sengit dalam rapat kabinet. Aidit hampir kena tinju Chairul.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 16 Nov 2019
  • 2 menit membaca

SETELAH turun dari mobil dan hendak memasuki Istana Bogor guna mengikuti rapat kabinet di pertengahan 1965, Waperdam III Chairul Saleh didekati mantan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo. Ali menyodorkan secarik kertas pada Chairul dan memintanya agar segera membaca.


"Dalam rapat nanti, Engkau akan diserang karena secarik kertas ini," kata Ali pada Chairul sebagaimana dikutip Irna H.N. Soewito, dkk. dalam biografi Chairul Saleh Tokoh Kontroversial.

Lantaran tak paham yang dimaksudkan Ali, Chairul pun hanya diam sambil mengantongi surat itu. Apa yang dikatakan Ali ternyata terbukti. Entah siapa yang memulai, surat kaleng yang diterima Chairul tadi dibahas dalam rapat juga.


D.N. Aidit langsung marah begitu mengetahui surat itu mengatakan PKI hendak memberontak. Aidit menyerang balik Chairul dan bahkan menuduhnya antek CIA. 


"Tak mungkin PKI menyusun kata-kata seperti itu. Yang menulis itu adalah kelompok Partai Murba, Chairul pulalah yang mendapatkan surat tersebut," kata Aidit, dikutip Irna.


Kata-kata Aidit membuat Chairul naik pitam. Perang mulut pun terjadi antara kedua tokoh pemuda di era ‘45 itu. Meski presiden sudah menengahi, saling serang verbal tetap berlanjut. Chairul yang sejak muda menggemari pencak silat, hampir tak bisa mengendalikan emosinya.


"Chairul hampir mendaratkan tinjunya ke muka Aidit. Para pejabat tinggi yang hadir menyaksikan ini, mereka melerai. Kedua menteri tersebut masih tetap ngotot. Dengan wajah geram dan urat leher yang menegang, Chairul memegang bibir meja dan mau mengangkatnya," sambung Irna.


Kemarahan Chairul akhirnya mereda setelah para pejabat lain menenangkannya dan presiden menutup rapat.


Hubungan politik Chairul (Murba) dan Aidit (PKI) memang bak kucing dan anjing. Pertentangan keras keduanya tak kalah keras dari pertentangan Aidit (PKI) dengan AH Nasution (angkatan darat).


"Di mata PKI, Sukarni dan Chairul Saleh ini dipakai oleh CIA untuk melawan, jadi yang nggak setuju PKI itu semua dicap CIA," kata Soebadio Sastrosatomo, sahabat Chairul dari golongan sosialis, dalam testimoninya.


Namun, pertentangan keras itu tak mempengaruhi hubungan pribadi Chairul dan Aidit yang terus berjalan baik. Hal itu diketahui betul oleh Hasjim Ning, sahabat Chairul yang juga keponakan Bung Hatta. Hasjim kerap menyaksikan Chairul dan Aidit ngobrol santai, termasuk ketika Hasjim menemui Chairul usai diperiksa kejaksaan terkait tuduhan penggelapan devisa oleh perusahaannya.


"D.N. Aidit pun mengucapkan selamat padaku ketika aku ketemu dia di kantor Chairul Saleh," kata Hasjim dalam otobiografinya, Pasang Surut Pengusaha Pejuang.


Konflik Chairul-Aidit di rapat kabinet itu akhirnya diselesaikan dengan bantuan Menteri Penerangan Sudibyo. Sang menteri mengajak keduanya makan bersama dan meminta Chairul jadi tuan rumah. Usulan Sudibyo pun disambut persetujuan oleh Chairul maupun Aidit. Beberapa hari kemudian, makan bersama itu terlaksana di rumah Chairul dengan Sudibyo sebagai "pemimpin" acara.  

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
transparant.png
bottom of page