top of page

Tahi Gajah Pangeran Kamboja

Kisah suka-duka seorang duta besar Indonesia untuk negeri tetangga. Pangeran yang berkuasa memberinya kain hingga tinja.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 8 Okt 2019
  • 2 menit membaca

BILA ada Duta Besar (Dubes) Indonesia yang paling bahagia menjalankan tugasnya pada masa 1960-an, barangkali orang itu ialah Boediardjo. Perwira AURI ini ditunjuk menjadi Dubes RI pertama berkuasa penuh untuk Kamboja pada 1965. Saat itu, Kamboja dipimpin oleh Pangeran Norodom Sihanouk. Sebelum berangkat, Presiden Sukarno berpesan kepada Boediardjo:


“Kamu saya tugaskan untuk jadi duta besar di negara yang kepala negaranya adalah saudara saya,” demikian kata Sukarno kepada Boediardjo yang terkisah dalam otobiografi Boediardjo: Siapa Sudi Saya Dongengi. Menurut Boediardjo Pangeran Sihanouk adalah pengagum berat Sukarno yang ingin menerapkan ajaran Nasakom di Kamboja.


Ketika bertugas di Kamboja, Boediardjo mendapati bahwa Pangeran Sihanouk merupakan sosok yang royal dan flamboyan. Sang pangeran suka mengajak para dubes pergi ke pegunungan, mandi ramai-ramai di alam bebas. Malam hari, Sihanouk main saksofon sementara para dubes disuruh berdansa sampai pagi. Menjelang pukul 4 pagi, para dubes disuguhi makan bakmi. Begitulah cara Sihanouk “memomong” para dubes di negerinya.


“Gaya Sihanouk memerintah mirip raja-raja Jawa di masa lalu. Penduduk harus berjongkok dihadapannya. Sering melakukan kirab, raja naik mobil, melempar-lemparkan bingkisan, biasanya potongan kain untuk rakyatnya,” tutur Boediardjo.


Sekali waktu, Boediardjo menyirami bunga di halaman KBRI hanya mengenakan kaos dan celana pendek. Tiba-tiba Pangeran Sihanouk melintas. Mobilnya diperlambat seraya memberi salam dengan menangkupkan tangan di dada. Boediardjo yang terkaget-kaget dan buru-buru melemparkan selang air lalu membalas salam sembahnya. Tidak lama kemudian, datang utusan Istana membagi-bagikan kain kepada pegawai-pegawai KBRI.


Saban kali berkunjung ke Istana Kerajaan Kamboja (Royal Palace), Boediardjo membawa karangan bunga anggrek sebagai buah tangan. “Itulah tanda terimakasih padanya sebab saya telah memanfaatkan tahi gajahnya,” kata Boediardjo.  Secara rutin, Boediarjo mengangkut kotoran gajah dari kandang istana. Tinja gajah itu dimanfaatkan menjadi pupuk anggrek di kebun KBRI.


Boediardjo menjalani pekerjaannya sebagai dubes dengan menyenangkan. Selain bercocok tanam anggrek, dia juga doyan berburu wayang Kamboja yang bernilai tinggi karena langka. Gajinya sebesar US $1.100, cukup untuk membuka rekening bank di Swiss. Kehidupan di Kamboja murah meriah. Relasinya dengan Pangeran Sihanouk dan pejabat di Kamboja cukup baik. Pun demikian dengan kinerjanya dalam menjembatani hubungan diplomatik Indonesia-Kamboja, bisa dikatakan tidak bermasalah.   


Hanya saja Boediardjo hampir mendapat celaka ketika kurang teliti mempersiapkan kedatangan Presiden Soeharto ke Kamboja. Pada 1 April 1968, Soeharto mengadakan kunjungan diplomatik ke Kamboja. Ketika mendarat di Pnom Penh, rombongan Soeharto di sambut dengan lagu genjer-genjer, tembang rakyat yang identik dengan PKI.


Boediardjo beruntung karena Soeharto tidak mengambil hati perihal keteledorannya. Malahan setelah menyelesaikan tugasnya sebagai dubes Kamboja, Boediardjo diangkat menjadi menteri penerangan dalam Kabinet Pembangunan I. Sewaktu akan pulang menuju Jakarta, Boediardjo memboyong serta wayang-wayang Kamboja dan mobil Volkswagen kesayangannya.  


“Kamboja memberi hikmah tersendiri bagi saya, sebagai bekal memasuki hari tua,” kenang Boediardjo.   

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Kapten Drury, veteran Invasi Jawa, menjadi satu-satunya orang Inggris yang dikebumikan di makam kuno Belanda di Kebun Raya Bogor.
bg-gray.jpg
Perceraian bibinya menorehkan duka dalam diri Maria Ullfah. Awal tekad keras membela hak kaum perempuan.
bg-gray.jpg
Jambi, a major oil-producing region in Indonesia, proved difficult for the Dutch Parachute and Red Elephant units to capture.
bg-gray.jpg
As one of the seven important inscriptions from the Tarumanagara heritage, the Tugu Inscription mentions the Bekasi River and the Old Cakung River that exist until today.
Armada Vasco da Gama memblokade Laut Merah. Sebuah kapal dagang yang membawa ratusan rombongan haji dicegat, dijarah, dan dibantai.
Armada Vasco da Gama memblokade Laut Merah. Sebuah kapal dagang yang membawa ratusan rombongan haji dicegat, dijarah, dan dibantai.
Pria kembar Belanda yang mengalami pendudukan Nazi nyaris kehilangan nyawa di Surabaya. Keduanya bagian dari Brigade Marinir Belanda yang terkenal kejam.
Pria kembar Belanda yang mengalami pendudukan Nazi nyaris kehilangan nyawa di Surabaya. Keduanya bagian dari Brigade Marinir Belanda yang terkenal kejam.
Upayanya untuk membuat hukuman mati lebih manusiawi justru menjadikan namanya sinonim dengan mesin jagal yang menjadi ikon salah satu periode paling berdarah dalam sejarah Prancis.
Upayanya untuk membuat hukuman mati lebih manusiawi justru menjadikan namanya sinonim dengan mesin jagal yang menjadi ikon salah satu periode paling berdarah dalam sejarah Prancis.
Chairil Anwar dan kawan-kawan membangun majalah sastra di tengah revolusi kemerdekaan. Setelah itu, penerbitan majalah sastra menggeliat dan beririsan dengan konflik ideologis.
Chairil Anwar dan kawan-kawan membangun majalah sastra di tengah revolusi kemerdekaan. Setelah itu, penerbitan majalah sastra menggeliat dan beririsan dengan konflik ideologis.
Mikel Arteta diusulkan dibikinkan patung seperti Arsène Wenger hingga Herbert Chapman. David Danskin si pendiri justru sekadar dihargai batu nisannya.
Mikel Arteta diusulkan dibikinkan patung seperti Arsène Wenger hingga Herbert Chapman. David Danskin si pendiri justru sekadar dihargai batu nisannya.
Pasang-surut nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS yang mencerminkan kondisi perekonomian tiap-tiap presiden yang menjabat.
Pasang-surut nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS yang mencerminkan kondisi perekonomian tiap-tiap presiden yang menjabat.
transparant.png
bottom of page