top of page

Rokok Kretek Agus Salim

Diprotes karena bau rokok kretek yang diisapnya, Haji Agus Salim malah mengemukakan fakta sejarah.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 7 Des 2019
  • 3 menit membaca

Diam tidak pernah menjadi pilihan. Begitulah penggambaran sosok Haji Agus Salim. Salah seorang founding fathers ini tidak pernah berhenti mengabdikan dirinya bagi kemajuan bangsa. Meski usianya sudah tidak lagi muda, dia secara langsung terus ikut dalam memastikan keajegan Indonesia. Hanya maut yang mampu mendiamkan manusia berjuluk The Grand Old Man (Orang Tua Besar) itu dari pengabdiannya.


Sekira tahun 1950, setelah tidak lagi terlibat langsung dalam politik Indonesia, Agus Salim diangkat menjadi penasihat Menteri Luar Negeri. Pengalamannya selama masa perjuangan diplomasi dianggap penting dalam kemajuan hubungan luar negeri Indonesia. Terlebih namanya sudah dikenal secara luas oleh tokoh-tokoh dari negara lain berkat aktifitasnya di masa perjuangan kemerdekaan.


Tercatat dalam Seratus Tahun Haji Agus Salim, Agus Salim pernah beberapa kali menduduki posisi menteri luar negeri, yakni Menteri Muda Luar Negeri Kabinet Sjahrir II, Menteri Luar Negeri Kabinet Amir Sjarifuddin, dan Kabinet Mohammad Hatta. Dia termasuk satu dari sejumlah tokoh yang berjasa bagi terciptanya pengakuan kedaulatan Republik Indonesia dari negara-negara Timur Tengah.


Di samping kegiatannya di Kementerian Luar Negeri, Agus Salim juga sesekali terbang ke Amerika Serikat untuk memenuhi undangan mengajar di sana. Diceritakan Mukayat dalam Haji Agus Salim: Karya dan Pengabdiannya, pada 1953 dia beberapa kali mendapat undangan dari Cornell University dan Princeton University untuk berbicara tentang Islam dan pengalaman beragamanya. Dia begitu fasih berbahasa Inggris.


“Akibatnya beliau sangat tertarik untuk mempelajari agama Islam dari berbagai segi, tidak hanya Islam sebagai agama dan anutan nenek moyangnya, melainkan Islam sebagai pandangan hidup setiap pribadi muslim yang sadar akan tugas dan kewajibannya di tengah-tengah masyarakat bangsanya,” ungkap Mukayat.


Karena berbagai aktifitasnya di luar negeri, pemerintah Indonesia masih sering mempercayakan acara-acara penting kepadanya. Seperti ketika tanggal 3 Juni 1953 dia bersama Sri Paku Alam dan Duta Besar Republik Indonesia di Inggris hadir dalam upacara perayaan penobatan Ratu Elizabeth II. Bahkan, menurut Mukayat, tugas itu diberikan langsung oleh Presiden Sukarno kepada Agus Salim.


Acara perjamuan di Westminster Abbey, London tersebut dihadiri banyak tokoh penting dari berbagai negara. Mereka memanfaatkan perayaan itu untuk membangun komunikasi ringan dengan perwakilan-perwakilan dari negara lain. Pada suatu kesempatan, sambil berbincang-bincang santai, Agus Salim menyalakan sebatang rokok yang dibawanya dari Indonesia.


Bukan hanya Agus Salim yang merokok waktu itu, sejumlah tamu undangan juga melakukannya. Namun, rupanya asap rokok yang diisap Agus Salim menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Tidak banyak orang yang akrab dengan baunya. Rokok jenis kretek itu pun seketika mengundang perbincangan.


Ketika asap rokok kretek Agus Salim telah memenuhi ruangan perjamuan, Pangeran Philip, suami Elizabeth II, melakukan protes. Duke of Edinburgh itu keberatan dengan aroma yang tidak mengenakan itu.


“Para hadirin, dari manakan bau yang tidak sedap ini berasal?” tanya Pangeran Philip.

Alih-alih tersinggung, dengan tenang Agus Salim mendekat seraya menjawab: “Yang Mulia, bau tidak sedap itu adalah bau rokok kretek yang sedang saya isap yang dibuat dari tembakau dan cengkih. Boleh saja Yang Mulia tidak menyukainya. Tapi justru bau inilah yang menarik minat pelaut-pelaut Eropa datang ke negeri kami tiga abad yang lalu.”


Jawaban Agus Salim itu membuat Pangeran Philip terdiam. Ia tidak melanjutkan pertanyaannya. Lalu sambil mencoba mencairkan suasana, ia pun meminta seluruh hadirin menikmati acara dan melanjutkan aktifitas yang sedang dilakukan.


Selepas dari tugasnya di Inggris, Agus Salim kembali melanjutkan kegiatan mengajarnya di Amerika. Baru pada pertengahan 1954 dia kembali ke Indonesia. Sebelumnya telah banyak universitas di dalam negeri yang memintanya memberikan kuliah sehingga ia cepat menyelesaikan kewajiban mengajarnya di Amerika. Namun, tidak lama setelah kepulangannya itu, tepatnya pada 4 November 1954, Agus Salim meninggal dunia.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
29 negara di kawasan Asia Afrika, ditambah tiga negara peninjau, mengirimkan delegasinya ke Bandung, guna memenuhi undangan Indonesia untuk menghadiri Konferensi Asia-Afrika. Hotel Preanger dan Savoy Homann menjadi tempat singgah para delegasi selama KAA berlangsung.
bg-gray.jpg
Istilah tante girang populer pada 1970-an kendati sudah menggejala dua dekade sebelumnya. Sastra populer merekamnya sebagai potret sosial.
bg-gray.jpg
Despite the mixed reactions, telenovelas continue to dominate Indonesian television. The heyday of these Latin American soap operas ultimately came to an end as viewers grew tired of them and switched to Mandarin and Korean dramas.
bg-gray.jpg
According to the Wangsakerta Manuscript, Tarumanagara was founded by refugees from India.
K’tut Tantri dikenal sebagai penyiar asing yang membantu perjuangan Indonesia. Pengalaman di kamp interniran Jepang menjadi episode paling pahit dalam hidupnya.
K’tut Tantri dikenal sebagai penyiar asing yang membantu perjuangan Indonesia. Pengalaman di kamp interniran Jepang menjadi episode paling pahit dalam hidupnya.
Memanfaatkan kepercayaan orang Vietnam akan kematian, Amerika Serikat membuat operasi hantu untuk memanipulasi emosi dan persepsi tentara Viet Cong.
Memanfaatkan kepercayaan orang Vietnam akan kematian, Amerika Serikat membuat operasi hantu untuk memanipulasi emosi dan persepsi tentara Viet Cong.
Terinspirasi dari Festival Glastonbury. Konsisten memadukan para penampil beken dan para musisi dengan musikalitas tinggi lintas-genre.
Terinspirasi dari Festival Glastonbury. Konsisten memadukan para penampil beken dan para musisi dengan musikalitas tinggi lintas-genre.
Awalnya penyakit mematikan ini sulit diobati. Berkat penemuan insulin, diabetes tak lagi menjadi momok.
Awalnya penyakit mematikan ini sulit diobati. Berkat penemuan insulin, diabetes tak lagi menjadi momok.
Perwira Jepang yang memimpin perebutan Lanud Kalijati dan Bandung ini divonis hukuman mati karena pembantaian di Ciater.
Perwira Jepang yang memimpin perebutan Lanud Kalijati dan Bandung ini divonis hukuman mati karena pembantaian di Ciater.
Orang-orang Tionghoa di Tangerang menjadi sasaran amuk massa di masa revolusi. Seorang ahli bela diri diselamatkan karena dikenal dermawan.
Orang-orang Tionghoa di Tangerang menjadi sasaran amuk massa di masa revolusi. Seorang ahli bela diri diselamatkan karena dikenal dermawan.
transparant.png
bottom of page