- 26 Jul 2020
- 4 menit membaca
Diperbarui: 17 Nov 2025
PROF. Paulus Wirutomo, guru besar sosiologi Universitas Indonesia (UI), tertawa terbahak dan menggeleng-gelengkan kepalanya ketika mengingat peristiwa itu. Semasa mahasiswa pada dekade 1970-an, Paulus berkarib dengan Wahyu Sardono atau Dono Warkop, adik kelasnya di jurusan sosiologi UI.
Paulus dan Dono sempat melakukan penelitian bareng di suatu desa di Serpong, Tangerang, selama 1974–1975. Kala itu Serpong masih jauh dari sentuhan pembangunan. Dokter pun tak ada. Maka, Serpong menjadi daerah prioritas untuk dikembangkan melalui program kerja sama antara universitas, pemerintah, dan lembaga penelitian dari dalam dan luar negeri.
Orang-orang Serpong senang dengan program pengembangan wilayah mereka. Penyambutan mereka terhadap peneliti, mahasiswa, dan pegawai pemerintahan sangat hangat. Penduduk bahkan membuka rumahnya kepada sejumlah mahasiswa, termasuk Paulus dan Dono, untuk ditempati sementara.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















