- 24 Apr 2020
- 2 menit membaca
PADA September 1975, bertepatan dengan bulan suci Ramadan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerima undangan Muktamar Masjid se-Dunia di Makkah, Arab Saudi. Sebagai ketua, Buya Hamka mendapat kesempatan untuk berangkat mewakili pemerintah Indonesia. Dalam perjalanan ke Tanah Suci umat Islam tersebut, dia didampingi Sekjen MUI Kafrawi, dan putra sulungnya Yusran Rusydi. Ketiganya dijadwalkan berangkat pertengahan bulan.
Pada 17 September 1975, rombongan Hamka dijadwalkan akan terbang ke Jeddah. Pagi harinya, Hamka dipanggil ke Istana oleh Presiden Soeharto. Presiden ingin secara khusus menyambut MUI yang baru terbentuk pada permulaan tahun itu. Terjadi pembicaraan ringan yang cukup serius di antara Hamka dan Presiden. Terutama soal ketegasan MUI akan penyebaran Kristenisasi di tengah umat Islam Indonesia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












