top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Cerita Hamka Ditipu

Buya Hamka tak pernah menyangka orang yang terlihat baik kepadanya ternyata memiliki niat yang jahat.

16 Jun 2020

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Hamka dalam KTT Islam di Thaif, Mekah, Arab Saudi tahun 1981 (Foto: koleksi keluarga Hamka)

  • 17 Jun 2020
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 17 Feb

SELAMA masa perang kemerdekaan (1946-1949), Buya Hamka dan keluarga kecilnya tinggal di Sumatra. Di tempat kelahirannya itu Hamka diamanahi tugas menjadi pengurus Muhammadiyah. Sebagai pimpinan cabang Minangkabau, Hamka terbiasa berkeliling kampung untuk sekedar bercengkrama dengan masyarakat atau mengunjungi koleganya, sambil secara langsung melihat kondisi masyarakat di tengah gejolak perang yang melanda tanah air.


Dalam pengembaraannya ke kampung-kampung, Hamka selalu diterima dengan baik. Dalam memoarnya, Pribadi dan Martabat Buya Hamka, Rusydi Hamka bercerita bahwa dia dan Hamka seringkali dijamu makan mendadak oleh masyarakat. Meski tidak terlalu mewah, putra pertama Hamka ini menyebut jamuan semacam itu selalu menyenangkan bagi mereka.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Coolen Mengkristenkan Jawa

Coolen Mengkristenkan Jawa

Coolen menyebarkan Kristen menggunakan wayang. Dia melakukan akulturasi ajaran Kristen dengan budaya Jawa sehingga berbeda dengan Kristen Belanda.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Pahit Getir Hidup Sjahrir

Pahit Getir Hidup Sjahrir

Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.
Gowa Masuk Islam

Gowa Masuk Islam

Islamisasi di Gowa dan Makassar makan waktu panjang meskipun raja-raja di sana sangat terbuka.
bottom of page