- 3 Jan 2020
- 4 menit membaca
Diperbarui: 4 hari yang lalu
DI LUAR politisi, tokoh pergerakan dan pengusaha, mungkin hanya Arief orang terdekat Presiden Sukarno. Sebagai sopir pribadi Sukarno, Arief terlihat tidak pernah merasa canggung jika berhadapan dengan sang presiden, dalam situasi apapun. Kedekatan itu terlihat nyata jika keduanya sedang terlibat suatu pembicaraan.
“Saya sendiri belum pernah melihat Bung Karno marah kepada Pak Arief,” ujar Mangil Martowidjojo, pengawal Sukarno sejak 1945.
Dalam Kesaksian Tentang Bung Karno 1945-1967, Mangil berkisah, pada akhir 1945, Sukarno mengunjungi Garut dan berpidato di Lapangan Cisurupan. Begitu selesai, Sukarno langsung menaiki mobilnya, namun tetiba turun kembali karena Arief belum ada di belakang setir. Dia lantas menyuruh beberapa ajudannya untuk mencari Arief.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















