top of page

Menikmati Pameran “Para Sekutu Yang Tidak Bisa Berkata Tidak”

Berkunjung ke pameran seni yang digagas oleh empat kurator beda negara. Salah satu usaha agar seni tetap hidup ditengah pandemi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Salah seorang pengunjung saat menikmati karya pada pameran Para Sekutu Yang Tidak Bisa Berkata Tidak di Galeri Nasional. ( Foto : Historia/Fernando Randy )

27 Feb 2022
3 menit membaca

Diperbarui: 4 Jul

SEJAK 28 Januari 2021, Galeri Nasional, Jakarta, menggelar pameran “Para Sekutu yang Tidak Bisa Berkata Tidak”. Memang, karena masih dalam keadaan pandemi Covid-19, pameran tidak bisa optimal.


Ada pembatasan kunjungan yang membuat masyarakat tidak bisa bebas untuk datang menikmati pameran secara langsung. Pun begitu, penyelenggaraan pameran ini tetap diapresiasi dan dipandang sebagai angin segar bagi para pegiat seni untuk tetap berkarya, berbagi perspektif  dan semangat. 


Pameran yang juga diprakarsai Goethe-Institut Indonesien ini menghadirkan berbagai karya seniman baik dari dalam maupun luar negeri. Itu karena proyek ini merupakan bagian dari Collection Entanglement and Embodied Histories, yang adalah proyek dialog kuratorial jangka panjang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
Thailand berharap bisa jadi tuan rumah ajang F1 pada 2028. Demi memperkaya relasi sejarah Siam dan F1 yang pertamakali ditorehkan oleh Pangeran Bira.
Thailand berharap bisa jadi tuan rumah ajang F1 pada 2028. Demi memperkaya relasi sejarah Siam dan F1 yang pertamakali ditorehkan oleh Pangeran Bira.
Dia memimpin gerakan bawah tanah di Jakarta. Bersama kelompoknya, gerakannya merepotkan Belanda.
Dia memimpin gerakan bawah tanah di Jakarta. Bersama kelompoknya, gerakannya merepotkan Belanda.
Sebuah konfrontasi untuk mengajukan pemahaman baru tentang masa lalu.
Sebuah konfrontasi untuk mengajukan pemahaman baru tentang masa lalu.
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Bak kanker kronis, rasisme tetap tumbuh di lapangan hijau. Mencoreng keindahan sepakbola.
Bak kanker kronis, rasisme tetap tumbuh di lapangan hijau. Mencoreng keindahan sepakbola.
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
transparant.png
bottom of page