top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

200 Tahun, Pasar Baru Terus Melaju

Memasuki usia 200 tahun Pasar Baru dihadapkan pada tantangan baru untuk bertahan bersama pandemi.

9 Jan 2021

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Pasar Baru yang kini sudah berusia 200 tahun. ( Foto : Fernando Randy/Historia )

  • 10 Jan 2021
  • 2 menit membaca

Perdagangan di pasar mungkin salah satu aktivitas tertua manusia. Di Nusantara, catatan tentang itu terlihat dalam relief Karmawibhangga panil 1 di Candi Borobudur, Jawa Tengah.

Relief candi dari abad ke-10 M itu menggambarkan ramainya suasana pasar. Berbagai macam orang dan jenis barang bersua di pasar.


Suasana Pasar Baru tempo dulu. (Fernando Randy/Historia.id).
Suasana Pasar Baru tempo dulu. (Fernando Randy/Historia.id).

Seiring waktu, pasar berkembang di berbagai tempat. Sebagian di antaranya masih bertahan berabad lamanya. Di Jakarta, pasar semacam itu terletak kawasan di Jakarta Pusat. Bernama Pasar Baru, pasar ini merupakan pasar tertiga tertua di Jakarta setelah Pasar Senen dan Tanah Abang.


Pasar ini mempertemukan orang-orang dari berbagai ras di Batavia. Mulai warga Tionghoa, India, Eropa, sampai Melayu berdagang di Pasar Baru.


Beberapa toko tersebut masih bertahan. Sebagai contoh, toko Lee Ie Seng. Toko ini berdiri sejak 1873 dan menjual berbagai perlengkapan sekolah dan alat jahit.


Suasana Pasar Baru tempo dulu. (Fernando Randy/Historia.id).
Suasana Pasar Baru tempo dulu. (Fernando Randy/Historia.id).

Lee Ie Seng salah satu toko tertua di Pasar Baru. (Fernando Randy/Historia.id).
Lee Ie Seng salah satu toko tertua di Pasar Baru. (Fernando Randy/Historia.id).

Memasuki usianya yang sudah 200 tahun, tempat yang dulu bernama Passer Baroe ini terus menghadapi berbagai tantangan. Munculnya berbagai tempat belanja baru hingga bencana kebakaran yang berulang kali menimpa adalah sebagian dari percikan yang terjadi disana.


Namun, itu semua nyatanya masih mampu diatasi oleh daerah yang ujung selatannya berbatasan langsung dengan Gedung Kesenian Jakarta tersebut.


Suasana Pasar Baru saat ini. (Fernando Randy/Historia.id).
Suasana Pasar Baru saat ini. (Fernando Randy/Historia.id).

Aktivitas di Pasar Baru saat ini. (Fernando Randy/Historia.id).
Aktivitas di Pasar Baru saat ini. (Fernando Randy/Historia.id).

Para pengunjung saat berbelanja di Pasar Baru. (Fernando Randy/Historia.id).
Para pengunjung saat berbelanja di Pasar Baru. (Fernando Randy/Historia.id).

Berbagai pedagang di Pasar Baru saat ini. (Fernando Randy/Historia.id).
Berbagai pedagang di Pasar Baru saat ini. (Fernando Randy/Historia.id).

Tantangan terberat bagi Pasar Baru sekarang adalah Covid-19. Sama seperti kawasan belanja lain, toko-toko di Pasar Baru mulai sepi pengunjung. Tukang bajaj yang biasa mangkal di sana pun kehilangan penumpang.


“Wah sepi sekali saat ini, baik akhir pekan maupun hari biasa. Lihat saja toko itu sudah tutup tidak bisa bertahan lagi,” ujar Rohman (63), salah satu tukang bajaj yang telah puluhan tahun mangkal di Pasar Baru.


“Bukan hanya itu, sekarang para tukang bajaj seperti saya pun susah mencari penumpang. Dulu siang begini sudah bisa bawa 7-8 penumpang. Sekarang sehari 2 penumpang saja sudah bagus,” lanjutnya.


Suasana Pasar Baru saat ini. (Fernando Randy/Historia.id).
Suasana Pasar Baru saat ini. (Fernando Randy/Historia.id).

Para pedagang di Pasar Baru. (Fernando Randy/Historia.id).
Para pedagang di Pasar Baru. (Fernando Randy/Historia.id).

Melihat kondisi Pasar Baru terkini memang bukan seperti biasanya. Namun, keyakinan agar tempat itu tetap bertahan masih terus ada. Salah satu faktornya adalah pengalaman para pedagang di sana yang telah puluhan tahun diterjang berbagai kendala, tapi mereka terus mampu beradaptasi dan hidup hingga saat ini.


Pedagang buah di kawasan Pasar Baru. (Fernando Randy/Historia.id).
Pedagang buah di kawasan Pasar Baru. (Fernando Randy/Historia.id).
Berbagai barang yang dijual di kawasan Pasar Baru. (Fernando Randy/Historia.id).
Berbagai barang yang dijual di kawasan Pasar Baru. (Fernando Randy/Historia.id).

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
bottom of page