top of page

Pangan Zaman Perang

Krisis dan perang mengakibatkan kelaparan. Masyarakat pun didorong untuk mengonsumsi bahan pangan selain nasi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Seorang ibu dan anaknya yang kurang gizi di Cirebon saat krisis ekonomi tahun 1930-an. (KITLV).

17 Okt 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 15 Apr

SEPULANG dari tur politik di Jawa Tengah pada 1933, Sukarno berlibur beberapa hari ke Pangalengan di selatan Bandung. Selama liburan, dia menulis risalah berjudul Mencapai Indonesia Merdeka. Sukarno berharap “moga-moga risalah ini banyak dibaca oleh Marhaen” karena risalah ini tentang imperialisme yang mengeruk kekayaan alam Indonesia dan menyengsarakan kaum Marhaen.


“Di dalam zaman normal Kang Marhaen sudah ‘sekarang makan besok tidak’, di dalam zaman meleset (Malaise) sekarang ini menjadi lebih-lebih ngeri lagi, lebih-lebih memutuskan nyawa lagi, lebih-lebih megap-megap lagi,” kata Sukarno.


Sukarno mengutip beberapa berita koran yang mewartakan penderitaan rakyat kecil di zaman Malaise. Ketiadaan makanan membuat mereka hendak menjual anak, gantung diri, mencuri ayam, sampai minta dibui agar bisa makan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Sikap pujangga terlihat dari karya sastra yang dihasilkannya. Ada yang mengabdi kekuasaan, ada yang melawan penjajahan.
Sikap pujangga terlihat dari karya sastra yang dihasilkannya. Ada yang mengabdi kekuasaan, ada yang melawan penjajahan.
Hari Valentine dianggap bukan lagi perayaan hari kasih sayang.
Hari Valentine dianggap bukan lagi perayaan hari kasih sayang.
Wajib dilalui, karantina di Pulau Kamaran meninggalkan kesulitan tersendiri bagi para calon haji di masa lalu.
Wajib dilalui, karantina di Pulau Kamaran meninggalkan kesulitan tersendiri bagi para calon haji di masa lalu.
Koleksi Asia yang selama ini tersebar di berbagai lembaga di Belanda disimpan di bawah satu atap perpustakaan Universitas Leiden.
Koleksi Asia yang selama ini tersebar di berbagai lembaga di Belanda disimpan di bawah satu atap perpustakaan Universitas Leiden.
transparant.png
bottom of page