top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Pangan Zaman Perang

Krisis dan perang mengakibatkan kelaparan. Masyarakat pun didorong untuk mengonsumsi bahan pangan selain nasi.

16 Okt 2020

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Seorang ibu dan anaknya yang kurang gizi di Cirebon saat krisis ekonomi tahun 1930-an. (KITLV).

  • 17 Okt 2020
  • 4 menit membaca

SEPULANG dari tur politik di Jawa Tengah pada 1933, Sukarno berlibur beberapa hari ke Pangalengan di selatan Bandung. Selama liburan, dia menulis risalah berjudul Mencapai Indonesia Merdeka. Sukarno berharap “moga-moga risalah ini banyak dibaca oleh Marhaen” karena risalah ini tentang imperialisme yang mengeruk kekayaan alam Indonesia dan menyengsarakan kaum Marhaen.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
Coolen Mengkristenkan Jawa

Coolen Mengkristenkan Jawa

Coolen menyebarkan Kristen menggunakan wayang. Dia melakukan akulturasi ajaran Kristen dengan budaya Jawa sehingga berbeda dengan Kristen Belanda.
bottom of page