- 5 Jan 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 14 Okt 2025
PRESIDEN Sukarno mencanangkan revolusi menu makan orang Indonesia di Istana Bogor pada 12 Juli 1964. Dia mengajak rakyat Indonesia menganekaragamkan menu makan di rumah masing-masing. Jangan hanya berpaku pada beras agar semua kebutuhan gizi untuk tubuh terpenuhi. Dia sering mengulang-ulang ajakan ini dalam kesempatan lainnya.
“Tambahlah menu berasmu dengan jagung, dengan ubi, dan lain-lain. Jagung adalah makanan sehat, kacang adalah makanan sehat! Campur menumu, campur menumu! Saya sendiri sedikitnya seminggu sekali makan jagung, dan badanku, lihat, adalah sehat,” kata Sukarno.
Menteri Kesehatan dr. Satrio bersemangat dengan ajakan revolusi menu ala Sukarno. Dia lekas menyusun langkah-langkah agar ajakan itu bisa dilaksanakan oleh rakyat. Menurutnya, satu hal penting untuk menopang revolusi menu ialah peningkatan pengetahuan masyarakat tentang gizi makanan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















