top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Cara Eka Tjipta Widjaja Membangun Usaha

Salah satu orang terkaya di Indonesia ini merasa tidak kaya. Mengaku mempraktikkan hidup sederhana.

1 Feb 2019

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Eka Tjipta Widjaja, pendiri Sinar Mas Grup. (Dok. Sinar Mas).

  • 2 Feb 2019
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 26 Jan

SETELAN jas gelap, dasi, dan pantofel. Begitulah pilihan busana Eka Tjipta Widjaja untuk menghadiri urusan bisnis semasa hidup. Dari pergi ke kantor, bertemu relasi, menghadapi wartawan, sampai ke seminar. Kelihatan serius, formal, dan kaku. Tapi dengan gaya begitu pun dia masih bisa bikin ngakak lawan bicaranya.


“Kami ini disebut sebagai seorang konglomerat. Tapi, kami ini konglomerat yang banyak utang. Kami banyak usaha, tapi banyak utang juga. Dengan kata lain, besar usahanya besar juga utangnya,” kata Eka dalam suatu seminar pada 1991, seperti diceritakan oleh Dahlan Iskan dalam Eka Tjipta Widjaja Kisah dan Liku-likunya Menjadi Konglomerat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Pahit Getir Hidup Sjahrir

Pahit Getir Hidup Sjahrir

Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.
Gowa Masuk Islam

Gowa Masuk Islam

Islamisasi di Gowa dan Makassar makan waktu panjang meskipun raja-raja di sana sangat terbuka.
bottom of page