top of page

Auw Tjoei Lan, Pelindung Kebajikan

Tanpa disadari, keterlibatan Auw Tjoei Lan dalam kegiatan-kegiatan amal ayahnya menumbuhkan jiwa filantropis pada dirinya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Auw Tjoei Lan atau Nyonya Lie Tjian Tjoen bersama anak-anak yang dirawat di Yayasan Ati Soetji. (Repro Ny. Lie Tjian Tjoen: Mendahului Sang Waktu).

  • 21 Apr 2010
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 9 Des 2025

DIA kaget. Di serambi rumahnya yang terletak di daerah Gunung Sahari (waktu itu Weltevreden), dia menemukan bayi. Naluri kemanusiaan Auw Tjoei Lan pun terusik. Dia ambil bayi itu lalu dia besarkan layaknya anak sendiri. Lalu seorang perawat bernama Zuster Gunning membawa bayi ke rumahnya dan meminta Tjoei merawatnya. Perawat ini bahkan datang berkali-kali. Akhirnya, dia memutuskan untuk mendirikan panti asuhan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page