top of page

Senandung Orkes Gambus

Sebelum ada dangdut, gambus berkibar. Ayah rocker Achmad Albar menjadi musisi gambus paling kesohor.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 29 Mei 2018
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 29 Jul 2025

SAAT Ramadan, orkes gambus biasanya memeriahkan suasana bulan suci. Irama musik dan lagunya kental bernuansa padang pasir. Bagaimana ia berkembang di Indonesia?


Gambus merupakan salah satu instrumen petik, dengan bentuk menyerupai buah pir. Di Indonesia, menurut Japi Tambajong dalam Ensiklopedi Musik, gambus berubah menjadi nama sebuah orkes.


Andrew N. Weintraub, profesor musik dari Universitas Pittsburgh, Amerika Serikat, dalam Dangdut: Musik, Identitas, dan Budaya Indonesia menulis, gambus diperkirakan dibawa ke Indonesia oleh imigran dari Hadramaut (Yaman).


Orang-orang dari Hadramaut mulai berdatangan pada awal abad ke-19. Di waktu senggang, mereka membunuh waktu dengan bermain gambus. Perlahan, gambus malah digemari bukan hanya oleh orang-orang keturunan Arab, tapi juga berbagai etnis lain.


“Mereka lantas memainkan musik gambus di acara pernikahan dan perayaan komunitas Muslim,” tulis Weintraub.


Seiring waktu, gambus menjadi musik hiburan. Sejumlah orkes gambus berdiri. Selain gambus, alat musik di dalam orkes gambus terdiri dari biola, gendang, tabla, dan seruling.


Syech Albar, ayah musisi rock Achmad Albar, merupakan musisi orkes gambus paling masyhur pada 1930-an.


Orkes Gambus Syech Albar


Syech Albar, pemuda keturunan Yaman yang lahir di Surabaya pada 1908, mempopulerkan gambus melalui corong radio dan rekaman plat gramofon.


Pengamat musik Denny Sakrie dalam 100 Tahun Musik Indonesia menulis, Syech Albar membentuk orkes gambus bernama Al-Wathon. Namun, penulis L.M. Isa dalam majalah Pedoman Radio Gids edisi 4 Desember 1949, menyebutkan bahwa Al-Wathan merupakan nama orkes gambus pimpinan Al Aidrus di Batavia (Jakarta). Bisa jadi nama kelompok kebetulan sama.


Weintraub menyebut, Albar menelurkan banyak rekaman di Surabaya. Rekaman plat gramofon yang dirilis pada 1937 diberi judul “Zahrotoel Hoesoen”, dengan keterangan “nyanyian Arab modern”. Lagu itu direkam melalui label His Master’s Voice (HMV).


“Albar dapat kontrak pertama kali dengan HMV pada 1931,” tulis L.M. Isa dalam Pedoman Radio Gids, 4 Desember 1949.


Selain di HMV, orkes gambus Syech Albar direkam di label Canary. Weintraub mencatat, label Canary merekam orkes Syech Albar yang bernuansa Hindustan berjudul “Janasib I & II” pada 1939.


Dangdut


Menurut budayawan Alwi Shahab dalam Saudagar Baghdad dari Betawi, jalan yang dirintis Syech Albar kemudian diikuti pemuda-pemuda keturunan Arab di berbagai daerah. Salah satunya orkes gambus Al-Usysyaag yang dibentuk Husein Aidid di Pekojan pada 1947.


“Sejumlah orkes gambus bermunculan di Jakarta, Surabaya, Makassar, Palembang, Banjarmasin, dan Gorontalo,” tulis Alwi.


Selain melalui rekaman, radio masa kolonial pun menyiarkan orkes gambus. Menurut Weintraub, biasanya sebuah program radio memainkan warna musik campuran. Misalnya, orkes gambus pimpinan Md. Noer Ali pada 1938, membawakan mars Eropa, lagu Melayu, dan lagu Mesir.


Pada 1930-an hingga awal 1940-an, Syech Albar aktif bermain di NIROM Ketimuran Surabaya. Majalah Soeara NIROM Soerabaia memuji orkes gambus Syech Albar sebagai yang terbaik.


“Di bawah pimpinan Syech Albar, maka orkes gambus dari NIROM Ketimoeran di Surabaya adalah satu-satunya orkes yang boleh dibanggakan. Terbukti dari adanya laporan-laporan dan surat-surat yang menyatakan baiknya orkes itu,” tulis Soeara NIROM Soerabaia, 16 Mei-29 Mei 1937.


Bahkan orkes gambus Syech Albar digemari hingga ke Semenanjung Malaya. Ali Shahab menyebut, orkesnya bahkan disenangi orang di Timur Tengah.


Orkes gambus ini kemudian menjadi pondasi awal musik dangdut. Musik yang dirintis oleh Rhoma Irama, Ellya Khadam, dan Munif Bahaswan pada 1960-an hingga 1970-an.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
As one of the seven important inscriptions from the Tarumanagara heritage, the Tugu Inscription mentions the Bekasi River and the Old Cakung River that exist until today.
bg-gray.jpg
Seorang kiai kampung diadili karena dianggap mengingkari syariat. Sebuah kritik atas pembacaan Serat Cebolek.
bg-gray.jpg
Henk Ngantung menjadi satu-satunya gubernur Jakarta yang berasal dari kalangan seniman. Namun, kehidupannya tak seindah guratan pada lukisan dan sketsanya.
bg-gray.jpg
In addition to the epigraphs found on the seven inscriptions, historical sources regarding Tarumanagara also come from statues and temples at two archaeological sites.
Pasal 33 dan Pasal 34 dalam UUD 1945 dirumuskan panitia khusus pimpinan Bung Hatta. Kakek Prabowo dan kakek Anies Baswedan turut serta di dalamnya.
Pasal 33 dan Pasal 34 dalam UUD 1945 dirumuskan panitia khusus pimpinan Bung Hatta. Kakek Prabowo dan kakek Anies Baswedan turut serta di dalamnya.
Bekas komandan pasukan khusus Belanda yang berkawan dengan Westerling ini sedang ikut serta dalam Agresi Militer Belanda II ketika tertembak dadanya.
Bekas komandan pasukan khusus Belanda yang berkawan dengan Westerling ini sedang ikut serta dalam Agresi Militer Belanda II ketika tertembak dadanya.
Museum swasta lebih berperan dalam menopang perkembangan seni rupa. Sementara museum pemerintah masih berkutat dengan administrasi dan birokrasi.
Museum swasta lebih berperan dalam menopang perkembangan seni rupa. Sementara museum pemerintah masih berkutat dengan administrasi dan birokrasi.
Fenomena Lipstick Effect muncul ketika krisis ekonomi. Perempuan membeli kosmetik untuk memanjakan diri sebagai mekanisme psikologis mengatasi tekanan.
Fenomena Lipstick Effect muncul ketika krisis ekonomi. Perempuan membeli kosmetik untuk memanjakan diri sebagai mekanisme psikologis mengatasi tekanan.
Beragam faktor, terutama perubahan birokrasi dan pertanian paksa, menyengsarakan rakyat sejak era kolonial hingga Jepang. Memicu konflik antara penduduk dengan penguasa. Kebanyakan dipimpin tokoh agama.
Beragam faktor, terutama perubahan birokrasi dan pertanian paksa, menyengsarakan rakyat sejak era kolonial hingga Jepang. Memicu konflik antara penduduk dengan penguasa. Kebanyakan dipimpin tokoh agama.
Demi jaga hak, sejarah, asal-usul, dan adat-istiadat suku Muyu bagi generasi-generasi penerusnya, kepala adat marga Kimko di suku Muyu gelar tradisi pesta babi sebagai bentuk perlawanan.
Demi jaga hak, sejarah, asal-usul, dan adat-istiadat suku Muyu bagi generasi-generasi penerusnya, kepala adat marga Kimko di suku Muyu gelar tradisi pesta babi sebagai bentuk perlawanan.
transparant.png
bottom of page