top of page

Memberangus Seksualitas di Hindia Belanda

Skandal homoseksual menghancurkan orang-orang cemerlang dalam sejarah Hindia Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Seniman Jerman Walter Spies yang menghidupkan kesenian Bali.

12 Agu 2010
4 menit membaca

Diperbarui: 11 Des 2025

PADA 25 Mei 1936, masyarakat Belanda gempar. Leopold Abraham Ries, bendahara-kepala Kementerian Keuangan Belanda, ditangkap atas tuduhan melakukan seks homoseksual. Henk Vermeulen, lelaki berusia 17 tahun, mengaku sudah lama menjalin hubungan seksual dengan Ries karena iming-iming uang.


Berdasarkan pengakuan Vermeulen, delapan pejabat tinggi lainnya juga ditahan. Selang beberapa hari kemudian Vermeulen terbukti berbohong. Dari sembilan pejabat yang ditangkap, hanya dua yang bisa dibuktikan. Selebihnya, termasuk Ries, dibebaskan.


Ries dikenal sebagai seorang politisi muda keturunan Yahudi yang tak pernah menutup-nutupi jatidirinya sebagai seorang homoseksual. Meski terbukti tak bersalah, Kementerian Keuangan dan Kementerian Hukum membawa kasus Ries ke Majelis Rendah Belanda. Kali ini mereka mengungkit hubungan homoseksual Ries dengan seorang serdadu yang terjadi 13 tahun sebelumnya. Mereka juga mengajukan bukti-bukti keterlibatan Ries dalam sebuah pesta gay. Pada Desember 1938 dia dipecat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page