top of page

Peta dan Cara Manusia Memandang Dunia

Peta lebih dulu ada dibanding tulisan. Peta pun menjadi salah satu bentuk komunikasi tertua.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Peta klasik dari abad ke-16 M.

  • 23 Mei 2019
  • 8 menit membaca

Diperbarui: 20 Jul

ADA suatu masa di mana sebuah pulau bernama Lixus tergambar di peta dunia. Konon, di sana pohon-pohonnya berbuah emas. Lalu ada Pulau Susu, di mana susu mengucur dari buah-buah anggur.


Kini jika ingin mencari letak pulau-pulau itu mungkin akan ditertawai banyak orang. Namun, si pembuat peta pada masa itu bukannya sengaja ingin terlihat bodoh. “Mereka hanya ingin menampilkan dunia sebagaimana yang mereka tahu. Pengetahuan orang-orang dulu lahir dari kisah, kepercayaan, dan imajinasi,” tulis Yvette La Pierre dalam Mapping a Changing World.


Sudah ribuan tahun manusia menggambar peta. Wujud dunia dalam peta terus berubah seiring mereka mempelajarinya, baik lewat penjelajahan dan penemuan ilmiah maupun petualangan mencari dunia baru.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo tak hanya berotak encer dalam pelajaran, wawasan dunia dan kesadaran kebangsaannya tumbuh berkat Jules Verne, Multatuli, hingga Sun Yat-sen.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah terpikat sosialisme pada pandangan pertama. Sutan Sjahrir jadi comblangnya.
bg-gray.jpg
Buyut Ahmad Subardjo berasal dari keluarga terpandang di Aceh yang terlibat persaingan kekuasaan. Dia memilih merantau ke Jawa dan menjadi pemuka agama Islam. Anaknya mengikuti jejaknya.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah berada di dalam pusaran kontroversi penyusunan RUU Perkawinan. Berbuah manis walau penuh kompromi.
Ketika harga cabai melambung tinggi melebihi UMR harian masyarakat. Bagaimana solusi dari menteri tenaga kerja?
Ketika harga cabai melambung tinggi melebihi UMR harian masyarakat. Bagaimana solusi dari menteri tenaga kerja?
Sepakbolanya lahir dari zaman perang. Dirajut dari masa ke masa di tengah konflik.
Sepakbolanya lahir dari zaman perang. Dirajut dari masa ke masa di tengah konflik.
Kisah petani yang melawan perusahaan raksasa. Di balik fisiknya yang renta, semangat perlawanannya berapi-api.
Kisah petani yang melawan perusahaan raksasa. Di balik fisiknya yang renta, semangat perlawanannya berapi-api.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Pada era penuh larangan dan penindasan atas kebebasan, sastra bagaikan senjata mematikan bagi penguasa.
Pada era penuh larangan dan penindasan atas kebebasan, sastra bagaikan senjata mematikan bagi penguasa.
Selalu ada cerita di balik kemunculan maskot. Termasuk pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
Selalu ada cerita di balik kemunculan maskot. Termasuk pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
transparant.png
bottom of page