top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Asal Usul Pakaian

Cerita tentang pakaian yang kita kenakan. Dari kain, ritsleting, hingga ikat pinggang.

5 Jul 2018

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Foto cover: rawpixel/Unsplash. Foto editor: Andrew Neel/Unsplash.

  • 5 Jul 2018
  • 2 menit membaca

MANUSIA masa lalu melindungi tubuhnya hanya menggunakan bulu hewan, kulit hewan, daun, ataupun rumput yang diikatkan. Kini setiap orang melindungi tubuhnya dengan potongan kain yang terjahit dengan benang. Modelnya beragam.


Kita juga tak lagi menjadikan pakaian sebagai pelindung, tapi sebagai kebutuhan gaya hidup yang memperlihatkan status dan kelas sosial, bahkan identitas etnis dan agama.


Produksi pakaian yang mulanya memakan waktu lama menjadi industri massal. Tak heran industri pakaian semakin hari semakin tak terkendali karena hasrat manusia untuk memiliki banyak pakaian dengan banyak gayanya.


Kain


Tenunan atau rajutan atau benang adalah tekstil yang kemudian menjadi kain, pembuat pakaian. Kain bisa digunakan setelah melalui proses panjang pemotongan, perendaman, pencelupan, penjemuran, dan lain-lain.


Pada 5.000 SM peradaban dunia mulai menggunakan kain, termasuk untuk pakaian, yang berasal dari serat alami. Peradaban Mesir dan India memperkenalkan jerami dan katun yang terbuat dari serat-serat tanaman. Terdapat pula wol yang berasal dari bulu hewan, seperti sapi dan domba. Sementara itu, di Tiongkok terdapat sutra yang terbuat dari serat ulat sutra.


Memasuki era modern dan berkembangnya pengetahuan manusia, kain pada abad ke-20 kemudian dapat dibuat dari mineral atau serat sintetis. Maka, kini kita dapat melihat berbagai warna, motif, ketebalan, atau suhu kain. Jenis-jenis kain yang sekarang kita kenal untuk membuat pakaian antara lain rayon, asetat, nylon, akrilik, polyester, dan spandex.


Kerah


Biasanya pakaian resmi identik dengan kerah. Diyakini kerah merupakan perkembangan dari ruffle, yakni lipatan kain atau pita pada bagian leher pakaian. Sejak abad ke-16 kerah dikenal memiliki bentuk yang tegak, terlipat, dan dalam perkembangannya terdapat pula kerah dengan bentuk lain.


Saku


Pada abad ke-17 sampai 18, orang Eropa mulanya menggunakan saku sebagai kantong atau tas kecil terpisah yang menggantung di bagian pakaian atau celana. Kini, saku menjadi bagian yang menyatu dengan pakaian atau celana dengan bentuk yang umumnya menyerupai amplop. Terletak di dalam atau di luar pakaian dan berfungsi sebagai kantong atau hanya sebagai hiasan.


Kancing


Bukti tertua penggunaan kancing oleh manusia ditemukan berasal dari peradaban Lembah Indus 2000 SM. Kancing tersebut terbuat dari cangkang kerang yang dilubangi dan dijahit di pakaian. Selain di Lembah Indus, kancing juga telah digunakan peradaban Tiongkok dan Romawi Kuno.


Kancing mulai difungsikan sebagai bagian dari pakaian pada abad ke-13 di Jerman, lantas menjadi industri yang pusat terbesarnya berada di kota Birmingham, Inggris. Kancing kini diaplikasikan dalam pakaian, juga sebagai hiasan. Bahkan kancing menjadi salah satu benda seni yang berasal dari berbagai material, digambar maupun diukir.


Ritsleting


Ritsleting adalah pengunci pada pakaian yang telah ada sejak abad ke-19. Elias How pada 1851 sebenarnya telah mendapatkan paten untuk salah satu teknologi pakaian ini, namun dia tak mengembangkannya.


Mulanya ritsleting berukuran besar dan tebal. Barulah pada 1913 Gideon Sunbäck menyempurnakan ritsleting. Kancing kemudian terus berkembang hingga berbentuk ritsleting modern yang kini kita kenal. Ritsleting modern ini dapat ditemui dengan desain tipis maupun tebal, terbuat dari logam maupun plastik. Tak hanya diaplikasikan dalam pakaian, celana, atau jaket, kini ritsleting terdapat pula pada tas, dompet, dan lain-lain.


Ikat Pinggang


Ikat pinggang menjadi salah satu bagian aksesoris dalam berpakaian. Ia juga dapat berfungsi sebagai pengencang celana yang longgar. Pada zaman perunggu ikat pinggang diyakini telah digunakan manusia. Biasanya ikat pinggang terbuat dari kulit, kain tebal, ataupun logam, misalnya berbentuk menyerupai rantai. Sejak 1900-an, ikat pinggang diaplikasikan pada blus.


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
bottom of page