- 20 Jun 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 23 Mei
PASCA pemberontakan yang gagal di Madiun, sejumlah pentolan Partai Komunis Indonesia (PKI) diringkus tentara. Beberapa di antara mereka dieksekusi mati. Musso sang pemimpin pemberontakan ditembak langsung dalam suatu operasi pengejaran. Sementara itu, Amir Sjarifuddin bersama 10 petinggi PKI lainnya dieksekusi mati pada akhir 1948.
“Muso tewas dalam pertempuran dengan pasukan Mobrig, yang dipimpin Jenderal Jasin. Sebelumnya, 29 Oktober, Djokosujono dan Maruto Darusman tertangkap, dan tanggal 31 Oktober itu, Amir Sjarifuddin serta Soeripno ditangkap juga. Mereka dihukum mati,” catat Abu Hanifah dalam kumpulan tulisan di jurnal Prisma, Agustus 1977.
Alimin Prawirodihardjo, salah satu tokoh senior PKI, juga berkali-kali diberitakan termasuk yang ikut dieksekusi. Berita Indonesia, 4 November 1948, mengutip dari Antara menyebut Alimin telah ditembak mati pada 2 November 1948. Berita itu dikutip dan dimuat dalam berbagai suratkabar.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















