Masuk Daftar
My Getplus

Jalan Terjal Negara Federal

Belanda mensponsori pembentukan negara-negara federal. Mengapa tak bertahan lama dan Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan?

Oleh: Historia | 27 Jun 2023
Gubernur Jenderal Hindia Belanda Hubertus Johannes van Mook (kiri) berbincang dengan Mohammad Hatta, 12 Maret 1948. (ANRI).

TAK rela negeri bekas jajahannya lepas, yang tentu bakal merugikan kepentingan Belanda, pemerintah Belanda mengirimkan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Hubertus Johannes van Mook ke Indonesia. Dia dianggap orang yang tepat. Lahir di Indonesia (Semarang), intelektual, dekat dengan sejumlah cendekiawan Indonesia yang relatif progresif.

Namun, situasi sudah berubah. Van Mook pun menyiasatinya dengan menawarkan konsep negara federal. Sejak lama, dia mengidamkan Hindia Belanda lepas dan tak diperintah dari Belanda tetapi dari Batavia. Dia juga ingin gubernur jenderal memiliki kekuasaan yang kuat.

Kali ini, Van Mook punya pertimbangan lain. Akibat perang, Jawa menjadi miskin sedangkan luar Jawa punya peluang memulihkan ekonomi. Politik kesatuan akan membebani luar Jawa yang harus menanggung pemulihan Jawa, tetapi di sisi lain luar Jawa akan tertulari (nasionalisme) Jawa.

Advertising
Advertising

Baca juga: Van Mook, Tokoh Belanda Kontroversial dalam Memori Orang Indonesia

Kabinet Republik Indonesia Serikat. (Repro 30 Tahun Indonesia Merdeka 1945-1949).

Van Mook memulainya dengan Konferensi Malino, yang membuka jalan bagi munculnya sejumlah negara bagian. Langkah politiknya melalui perundingan dengan Republik Indonesia juga berujung pada pembentukan Republik Indonesia Serikat. Namun, dia harus menelan pil pahit karena berseberangan jalan dengan pemerintahnya dan kelompok federalis yang dia bentuk.

Gagasan Van Mook bukan hanya gagal tetapi juga mematikan alternatif dari bentuk negara kesatuan. Setiap kali wacana federalisme muncul, ia langsung tenggelam dengan alasan ia alat devide et impera (politik pecah belah atau adu domba) Belanda. Selain itu, sejarah federalisme di Indonesia selalu dikait-kaitkan dengan kekuasaan kaum feodal.

Bagaimana pengalaman masa-masa negara federal dijalankan? Berikut ini laporan khusus jalan terjal negara federal.

Langkah Van Mook di Tengah Amok

Dalam Bayang-bayang Unitarisme

Eksperimen Pertama Negara Federal

Presiden Negara Indonesia Timur dari Bali

Jalan Hidup Perdana Menteri Negara Indonesia Timur

Pulihnya Kekuasaan Melayu

Negara Madura Benteng Pengaman

Negara Menak Sunda

Dilema Menak Sunda

Nyanyi Sumbang dari Palembang

Pemerintahan Seumur Jagung

BFO Kekuatan Ketiga

Setelah RIS Habis

TAG

premium van mook

ARTIKEL TERKAIT

Redup Terang Bulan Bintang Alkisah Bing Slamet Panggung Sejarah Henk Sneevliet Dan Westerling Pun Tersenyum Hjalmar Schacht Melawan Hitler Ianfu, Perempuan dalam Cengkeraman Jepang Kejahatan Perang dalam Revolusi Kemerdekaan Indonesia Memenuhi Panggilan Suci Sepak Terjang Spion Melayu Jatuh Bangun Pemberantasan Korupsi