- 12 Agu 2020
- 4 menit membaca
Diperbarui: 25 Apr
PETUALANGAN Pangeran Anom dalam mencari cinta akhirnya selesai. Seorang gadis asal Kali Mas, Surabaya, berhasil mencuri hati si putra mahkota kerajaan Mataram tersebut. Oyi, putri mantri Ngabei Mangunjaya, telah benar-benar mengikat Pangeran Anom. Namun bukan kebahagiaan yang menanti mereka. Kemurkaan sang ayah, Amangkurat I, menghancurkan segalanya.
Sejak dibawa keluar dari rumah orang tuanya, garis takdir telah mengantar Oyi menjadi calon ratu di istana Mataram. Tetapi bukan sebagai pendamping Pangeran Anom, melainkan istri bagi Amangkurat I, yang baru saja kehilangan cintanya. Oyi yang kala itu masih berusia 11 tahun dianggap terlalu kecil untuk dipinang. Karenanya Amangkurat I meminta salah seorang mantrinya, Ngabei Wirareja, untuk mengurus hingga si gadis tumbuh dewasa.
Di sinilah kekacauan bermula. Menurut J.J. Meinsma dalam Babad Tanah Jawi: Javaanse Rijkroniek, Oyi yang sudah remaja secara tidak sengaja ditemukan Pangeran Anom. Seketika itu juga si pangeran jatuh cinta kepadanya. Meski telah diberitahu bahwa gadis itu kelak akan menjadi istri ayahnya, cinta telah membutakan Pangeran Anom. Berbagai resiko rela ia hadapi demi bisa bersama sang pujaan hati.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















