- 18 Jul 2020
- 5 menit membaca
Diperbarui: 3 Mei
LIMA abad lalu, pelaut Portugis Tome Pires menggambarkan penguasa negeri Aru sebagai raja paling besar di seluruh Sumatra. Ia memiliki banyak penduduk dan lanchara (kapal). Ia juga menguasai banyak aliran sungai di wilayahnya.
Sang raja menguasai barang-barang rampasan hasil penyerbuan. Rakyat dan aparat kerajaan pergi melaut untuk merompak. Mereka membagi hasil jarahannya dengan raja.
Aru bermusuhan dengan tetangganya, Malaka. Negeri lain pun memandang Aru dengan buruk. “Tanpa mencuri, mereka tak akan bisa hidup, karena itu tak ada yang bisa berkawan dengan mereka,” catat Pires dalam Suma Oriental.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















