top of page

Hikayat Putri Cempa dan Islam di Majapahit

Putri Cempa dikisahkan dalam Babad Tanah Jawi sebagai permaisuri yang dikasihi raja Majapahit. Kisahnya berhubungan dengan Islam di Majapahit.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Makam Puteri Cempo di Gunungsari Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Keboma, Gresik. (disparbud.gresikkab.go.id).

19 Agu 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 30 Apr

PRABU Brawijaya bermimpi punya istri putri dari Negeri Champa. Paginya, setelah bangun dari tempat tidur, ia memanggil Kiai Patih dan memerintahkannya pergi ke Negeri Champa. Ia titipkan sepucuk surat untuk raja di Champa berisi lamaran untuk putrinya.


Patih Gajah Mada berangkat naik kapal karena negeri itu terletak di seberang lautan. Perjalanan selamat sampai tujuan. Patih menghadap sang raja dan menyerahkan surat lamaran. Raja menerima lamaran itu.


Putri Cempa dibawa ke Jawa. Mereka juga membawa gong Kiai Sekar Delima dan tandu Kiai Jebat Bedri. Rombongan selamat sampai di Majapahit. Sang putri dipertemukan dengan Prabu Brawijaya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
transparant.png
bottom of page