Masuk Daftar
My Getplus

Gajah Sultan Banten

Gajah merupakan binatang kerajaan. Ia melambangkan kekuatan militer meski Sultan Banten lebih mengandalkan persenjataan modern.

Oleh: Hendri F. Isnaeni | 25 Agt 2018
Ilustrasi gajah dalam sebuah pertempuran. (wikipedia).

FRANCOIS VALENTIJN (1666-1727), misionaris dan naturalis Belanda, yang berkunjung ke Kesultanan Banten pada 1694 menyaksikan gajah sebagai salah satu hewan peliharaan sultan. Dia menggambar pemandangan Banten yang menunjukkan bahwa pada pertengahan pertama abad ke-17 terdapat seekor gajah di lapangan di bawah sebuah bangunan beratap.

Sajarah Banten (pupuh 44) menyebutkan bahwa gajah itu bernama Rara Kawi yang diikat pada sebuah tonggak di panyurugan (galangan kapal kerajaan) di tepi sungai.

Jean Baptiste Tavernier, pedagang dan penjelajah Prancis, berkunjung ke Banten pada Juli 1648. Dia menghitung ada 16 ekor gajah di bagian dalam istana Kesultanan Banten. Dia juga menyebut bahwa raja memiliki jauh lebih banyak gajah.

Advertising
Advertising

“Mengingat bahwa keraton-keraton Jawa Tengah tetap meneruskan tradisi memiliki gajah sampai abad ke-20, kita memperkirakan bahwa tradisi ini tidak ditinggalkan di Banten meskipun sultan lebih percaya kepada persenjataan modern,” tulis Claude Guillot dalam Banten: Sejarah dan Peradaban Adad X-XVII.

Hal itu terlihat ketika Cornelis Speelman diangkat menjadi gubernur jenderal pada November 1681. Sultan Banten menghadiakan seekor gajah kepadanya dalam upacara yang dianggap sama pentingnya dengan penobatan raja.

Baca juga: Perang Dua Pangeran Banten

Pada Januari 1681, datanglah rombongan kedutaan pertama Kerajaan Siam untuk Prancis ke Banten. Rombongan ini, yang kemudian mengalami kecelakaan di tengah laut dalam perjalanannya menuju Prancis, singgah di Banten untuk alasan teknis dan tinggal selama delapan bulan. Di dalam kapal tersebut terdapat dua ekor gajah yang ditujukkan untuk Raja Prancis, Louis XIV.

Raja Siam itu, menurut Heriyanti Ongkodharma Untoro dalam Kapitalisme Pribumi Awal: Kesultanan Banten 1522-1684 Kajian Arkeologi-Ekonomi, menghadiahkan seekor gajah kepada sultan Banten. Hadiah ini bersifat politik dan dapat diartikan sebagai persahabatan antara dua kerajaan yang saling menghormati dengan kedudukan yang setara.

Baca juga: 

Gajah Aceh yang Agung
Kompi Gajah Bikin Inggris Tak Jadi Kalah
Bandoola, Gajah Pahlawan Perang Dunia
Harga Mahal di Balik Patung Gajah Museum Nasional

TAG

Banten Gajah

ARTIKEL TERKAIT

Hitam Putih Baju Baduy Sukarno dan Baduy Debus dan Tarekat di Banten Pemburuan Terhadap Guru Agama Menengok Sejarah Hakekok Petualangan Orang Makassar di Kesultanan Banten Memahami "Preman" yang Diberantas Gajah Mada Sejarah Oeang Republik Indonesia Daerah Banten Perang Koncang di Rangkasbitung Sultan Banten, Wihara, dan Wabah Penyakit